Hi, Guest!

Tips : DVR Card VS DVR Standalone - Pilih Mana ?

Update Terakhir
:
15 / 03 / 2018
Min. Pembelian
:
1 Unit
Harga
CALL
Bagikan
:

Detail Tips : DVR Card VS DVR Standalone - Pilih Mana ?

DVR CARD VS STANDALONE

Digital Video Recorder merupakan peralatan mutlak dari perkembangan CCTV sekarang, karena fungsinya sebagai spliter (pembagi gambar) di monitor, perekaman dan juga dapat dihubungkan ke LAN dan juga dinaikkan ke internet sehingga penggunanya bisa remote view ( mengendalikan dan melihat) dengan menggunakan fasilitas internet di mana saja.

DVR ini berasarkan berapa camera CCTV yang dipasang, seperti 4, 8 dan 16 Channel dan DVR Card sekarang telah mempunyai 32 channel yang merupakan penggabungan dari 2 DVR Card 16channel, dan di display akan muncul sebanyak 32 channel Camera sekaligus di monitor.

DVR Card
DVR Card adalah sekeping board yang bisa di plug in ke PCI dari PC, dan pemunculan pertama kali ke pasaran sekitar tahun 2000 dipelopori oleh perusahaan CCTV terkemuka Jepang untuk menggantikan fungsi spilter Multiplexer dan perekaman analog dengan Video Casstes Recorder (VCR). Jadi intinya fungsi DVR Card seperti hardware tambahan PC yang hanya bisa dijalankan dengan mengoperasikan computer.

DVR Standalone
DVR Standalone merupakan perkembangan dari DVR Card, dan pertama kali dikenalkan setelah 3 tahun beredarnya DVR Card. Fungsi pertama yang hendak ditekankan pada DVR Standalone ini adalah membebaskan ketergantungan pengoperasinya dari PC.. Dengan perumpamaan yang lebih mudah, bahwa DVR Standalone ini anda bisa bayangkan DVD Player, jadi cukup dihubungkan ke TV Monitor. Dan dalam DVR Standalone ini dilengkapi Hard Disk sebagai alat perekamnya.

Compression Teknologi di DVR
Pertama kalai diperkenalkan dengan teknik MJPEG, yang file sizenya per frame masih cukup besar dengan hasil playback yang buram. Kemudian muncul perbaikan MPEG2 yang lebih efisien di file size per frame tetapi dengan hasil playback yang masih buram. Tahun 2005 mulai diperkenalkan MPEG4 yang memperbaiki file size lebih kecil lagi dengan hasil playback yang sudah bagus. Dan setahun kemudian muncul JPEG2000, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan menyolok di kedua sistim ini, Tetapi jika lebih detil, maka file size di JPEG2000 lebih besar dari MPEG4 sehingga hasil playbacknya juga lebih bagus. Sehingga JPEG2000 lebih boros di pemakaian Hard Disk. Di awal tahun 2007, MPEG4 telah berkembang ke versi ke 10, dan pada akhir tahun 2007 lahir teknik compression dualcodec. Dualcodec ini adalah penggabungan 2 sistim di dalam DVR, dengan perekaman menggunakan JPEG2000 dan transmissi data menggunakan MPEG4.

Seiring dengan boomingnya internet di tahun 2000 an, maka DVR juga diarahkan perkembangannya untuk bisa di remote viewing melalui internet, tetapi dengan beberapa kondisi seperti anda harus mempunyai fasilitas PSTN (telepon rumah), ADSL (Speedy dll), DDNS , TCP/IP dan beberapa fasilitas lainnya. Dan sekarnag remote viewing melalui ipod atau telepon gengam sudah bisa dilakukan, dengan catatan bahwa adanya fasilitas yang disediakan provider.

DVR Card VS Standalone
Untuk mengetahui kelemahan dan keunggulan masing-masing DVR, maka disini di paparkan kelebihan dan kelemahan masing-masing sistim

DVR Card
1. DVR Card menggunakan fasilitas yang disediakan oleh PC, sehingga featurenya lebih unggul, seperti pemilihan setting per channel, audio yang lebih banyak
2. Dengan diupgradenya PC, maka akan menambah kecepatan transmisi data dan fungsi lainnya
3. DVR Card dapat ditambah sehingga memperbanyak channel
4. DVR Card sangat mengandalkan OS dari PC, jika OS tidak original atau OS tidak stabil, maka PC mudah hang
5. Bisa diserang oleh Virus
6. Pengoperasian yang terus menerus selama 24 jam, maka jika tidak menggunakan PC yang jenis server yang mahal harganya, maka PC akan cepat jebol dan rusak. Ini berbeda dengan PC (tanpa DVR Card) yang dihidupkan selama 24 jam, saat tidak digunakan, maka PC akan otomatis istirahat. Tetapi dengan menggunakan DVR Card, maka PC dipaksa untuk bekerja keras dalam penerimaan gambar, perekaman gambar dan fungsi LAN atau Inetrnet secara terus menerus tanpa istirahat.
7. PC yang telah dipasang DVR Card, maka dikatakan Embedded, yaitu PC tersebut tidak bisa digunakan untuk menjalankan software atau program lainnya. Jika dipaksanakan, maka jalannya akan lambat sekali dan mudah sekali hang.
8. Kemampuannya sangat tergantung kepada hardware PC seperti mother board, memory, kecepatan PC
9. Pengoperasiannya dilakukan orang yang familiar terhadap PC

DVR Standalone
1. Tidak mengandalkan PC lagi sebagai sarana pengoperasinya
2. Feature-featurenya tidak secanggih DVR Card, seperti setting camera harus secara keseluruhan dan tidak bisa satu persatu dan juga audio yang masih terbatas.
3. Standalone diciptakan untuk tahan panas dan bisa dioperasikan terus menerus
4. Softaware dan Operating System ada di firmware dan terpisah dari Hard Disk
5. Aman dari serangan virus
6. Bentuknya lebih slim dibandingkan dengan PC
7. Lebih friendly user pengoperasiannya dan tidak diperlukan pengetahuan khusus tentang IT

Persamaan DVR Card dan Standalone
1. Menggunakan teknologi compression yang sama
2. Bisa display, record, playback, networking dan sekaligus backup
3. Bisa disconnect ke LAN maupun remote view internet
4. Perekaman dengan Hard Disk, backup bisa menggunakan USB maupun CDR (DVDR)

Dari penjelasan di atas, memang terlihat jelas bahwa DVR Standalone hadir untuk menggantikan DVR Card. Memang dilihat sekilas lalu bahwa DVR standalone lebih mahal dari DVR Card., ini bisa dibantah bahwa jika menggunakan DVR Card, maka anda harus menyediakan atau membeli 1 buah PC. Disini jelas terlihat yang mana lebih murah. Dan seperti keterangan di atas, bahwa jika menggunakan DVR Card, maka anda tidak disarankan menggunakan PC yang low speed atau jangkrik (murahan), akibatnya PC anda akan cepat jebol atau rusak. Dan seiring berjalannya waktu, DVR Standalone juga mempunyai feature-feature baru yang sudah dapat menyamai kemampuan DVR Card.

Sebagai informasi tambahan, bahwa DVR Card sendiri tidak diproduksi lagi oleh Jepang sebagai penemunya. Tetapi produk ini diproduksi secara masaal di China dan Indonesia adalah salah satu pangsa pasar penyerap DVR Card yang cukup besar. Dengan demikian jika DVR Card di Negara penemunya sendiri tidak diproduksi lagi, mengapa justru terjadi booming di Indonesia ?

Trik yang dilakukan penjual adalah menjelaskan bahwa cukup membeli DVR Card saja, karena lebih murah, sedangkan nanti PC nya bisa digunakan yang di rumah. Tetapi mereka tidak menjelaskan embedded tersebut, yaitu jika PC dipasang DVR Card tersebut, maka tidak bisa digunakan untuk keperluan lain lagi. Dan akhirnya untuk menggunakan PC, maka tidak ada jalan lain yaitu membeli satu unit PC lagi. Atau penjual memberikan harga paket DVR Card besama PC sekaligus. Dan biasanya pembeli langsung tergiur mendengar mendapatkan PC. Disini penjual sangat pintar, karena biasanya PC tersebut yang dikasih walaupun jangkrik tetapi tetap ada garansi setahun dari supplier PC. Maka urusan PC bukan menjadi urusan mereka lagi, mau jebol, mau rusak tinggal di claim ke suppliernya. Selama pemakaian setahun saja customer sering kali menemukan banyak masalah dengan PC nya. Dan setelah lewat masa setahun, maka customerlah yang menanggung resiko dengan jebolnya PC mereka, dan akhirnya membeli satu PC lagi yang jauh lebih bandel (mahal) untuk menggantikan PC nya yang dipasang DVR Card.

Dari pengamatan di lapangan, bahwa penggunaan DVR Card dengan drastis menurunkan kemampuan dari PC karena dipaksa bekerja 24 jam terus menerus dan akhirnya PC tersebut cepat rusak komponennya terutama di motherboard, power dan processornya..

Jadi disini bisa ditarik kesimpulan, smart mana memilih DVR Card atau Standalone. Atau anda termasuk orang yang membeli PC hanya untuk menonton film DVD ?

DVR Standalone semakin banyak di jual pasaran dengan harga murah. Biasanya produk murah tersebut berasal dari China, dan compressionnya masih MJPEG, bahkan ada yang tidak bisa networking atau Internet sama sekali. Teknologi yang out of date ini dijual cukup murah, Dengan kata lain melakukan cuci gudang untuk pembeli yang tidak mengetahui akan teknologi tersebut. Sebagai analogi saja, MJPEG bisa disamakan dengan VCD Player dan MPEG4 disamakan dengan DVD Player ? Dan apakah anda masih tertarik untuk membeli VCD Player dengan harga murah sekalipun ?
Tampilkan Lebih Banyak

pt. avematic security
pt. avematic security

PT. Avematic Security

Anggota PREMIUM 13 Tahun
Kompleks Perkantoran Grogol Permai, Jl. Latumenten No. 19, Blok G30, Jakarta Barat
Indonesia 11460
Jakarta Barat
19 / 07 / 2018

Detail Tips : DVR Card VS DVR Standalone - Pilih Mana ?

DVR CARD VS STANDALONE

Digital Video Recorder merupakan peralatan mutlak dari perkembangan CCTV sekarang, karena fungsinya sebagai spliter (pembagi gambar) di monitor, perekaman dan juga dapat dihubungkan ke LAN dan juga dinaikkan ke internet sehingga penggunanya bisa remote view ( mengendalikan dan melihat) dengan menggunakan fasilitas internet di mana saja.

DVR ini berasarkan berapa camera CCTV yang dipasang, seperti 4, 8 dan 16 Channel dan DVR Card sekarang telah mempunyai 32 channel yang merupakan penggabungan dari 2 DVR Card 16channel, dan di display akan muncul sebanyak 32 channel Camera sekaligus di monitor.

DVR Card
DVR Card adalah sekeping board yang bisa di plug in ke PCI dari PC, dan pemunculan pertama kali ke pasaran sekitar tahun 2000 dipelopori oleh perusahaan CCTV terkemuka Jepang untuk menggantikan fungsi spilter Multiplexer dan perekaman analog dengan Video Casstes Recorder (VCR). Jadi intinya fungsi DVR Card seperti hardware tambahan PC yang hanya bisa dijalankan dengan mengoperasikan computer.

DVR Standalone
DVR Standalone merupakan perkembangan dari DVR Card, dan pertama kali dikenalkan setelah 3 tahun beredarnya DVR Card. Fungsi pertama yang hendak ditekankan pada DVR Standalone ini adalah membebaskan ketergantungan pengoperasinya dari PC.. Dengan perumpamaan yang lebih mudah, bahwa DVR Standalone ini anda bisa bayangkan DVD Player, jadi cukup dihubungkan ke TV Monitor. Dan dalam DVR Standalone ini dilengkapi Hard Disk sebagai alat perekamnya.

Compression Teknologi di DVR
Pertama kalai diperkenalkan dengan teknik MJPEG, yang file sizenya per frame masih cukup besar dengan hasil playback yang buram. Kemudian muncul perbaikan MPEG2 yang lebih efisien di file size per frame tetapi dengan hasil playback yang masih buram. Tahun 2005 mulai diperkenalkan MPEG4 yang memperbaiki file size lebih kecil lagi dengan hasil playback yang sudah bagus. Dan setahun kemudian muncul JPEG2000, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan menyolok di kedua sistim ini, Tetapi jika lebih detil, maka file size di JPEG2000 lebih besar dari MPEG4 sehingga hasil playbacknya juga lebih bagus. Sehingga JPEG2000 lebih boros di pemakaian Hard Disk. Di awal tahun 2007, MPEG4 telah berkembang ke versi ke 10, dan pada akhir tahun 2007 lahir teknik compression dualcodec. Dualcodec ini adalah penggabungan 2 sistim di dalam DVR, dengan perekaman menggunakan JPEG2000 dan transmissi data menggunakan MPEG4.

Seiring dengan boomingnya internet di tahun 2000 an, maka DVR juga diarahkan perkembangannya untuk bisa di remote viewing melalui internet, tetapi dengan beberapa kondisi seperti anda harus mempunyai fasilitas PSTN (telepon rumah), ADSL (Speedy dll), DDNS , TCP/IP dan beberapa fasilitas lainnya. Dan sekarnag remote viewing melalui ipod atau telepon gengam sudah bisa dilakukan, dengan catatan bahwa adanya fasilitas yang disediakan provider.

DVR Card VS Standalone
Untuk mengetahui kelemahan dan keunggulan masing-masing DVR, maka disini di paparkan kelebihan dan kelemahan masing-masing sistim

DVR Card
1. DVR Card menggunakan fasilitas yang disediakan oleh PC, sehingga featurenya lebih unggul, seperti pemilihan setting per channel, audio yang lebih banyak
2. Dengan diupgradenya PC, maka akan menambah kecepatan transmisi data dan fungsi lainnya
3. DVR Card dapat ditambah sehingga memperbanyak channel
4. DVR Card sangat mengandalkan OS dari PC, jika OS tidak original atau OS tidak stabil, maka PC mudah hang
5. Bisa diserang oleh Virus
6. Pengoperasian yang terus menerus selama 24 jam, maka jika tidak menggunakan PC yang jenis server yang mahal harganya, maka PC akan cepat jebol dan rusak. Ini berbeda dengan PC (tanpa DVR Card) yang dihidupkan selama 24 jam, saat tidak digunakan, maka PC akan otomatis istirahat. Tetapi dengan menggunakan DVR Card, maka PC dipaksa untuk bekerja keras dalam penerimaan gambar, perekaman gambar dan fungsi LAN atau Inetrnet secara terus menerus tanpa istirahat.
7. PC yang telah dipasang DVR Card, maka dikatakan Embedded, yaitu PC tersebut tidak bisa digunakan untuk menjalankan software atau program lainnya. Jika dipaksanakan, maka jalannya akan lambat sekali dan mudah sekali hang.
8. Kemampuannya sangat tergantung kepada hardware PC seperti mother board, memory, kecepatan PC
9. Pengoperasiannya dilakukan orang yang familiar terhadap PC

DVR Standalone
1. Tidak mengandalkan PC lagi sebagai sarana pengoperasinya
2. Feature-featurenya tidak secanggih DVR Card, seperti setting camera harus secara keseluruhan dan tidak bisa satu persatu dan juga audio yang masih terbatas.
3. Standalone diciptakan untuk tahan panas dan bisa dioperasikan terus menerus
4. Softaware dan Operating System ada di firmware dan terpisah dari Hard Disk
5. Aman dari serangan virus
6. Bentuknya lebih slim dibandingkan dengan PC
7. Lebih friendly user pengoperasiannya dan tidak diperlukan pengetahuan khusus tentang IT

Persamaan DVR Card dan Standalone
1. Menggunakan teknologi compression yang sama
2. Bisa display, record, playback, networking dan sekaligus backup
3. Bisa disconnect ke LAN maupun remote view internet
4. Perekaman dengan Hard Disk, backup bisa menggunakan USB maupun CDR (DVDR)

Dari penjelasan di atas, memang terlihat jelas bahwa DVR Standalone hadir untuk menggantikan DVR Card. Memang dilihat sekilas lalu bahwa DVR standalone lebih mahal dari DVR Card., ini bisa dibantah bahwa jika menggunakan DVR Card, maka anda harus menyediakan atau membeli 1 buah PC. Disini jelas terlihat yang mana lebih murah. Dan seperti keterangan di atas, bahwa jika menggunakan DVR Card, maka anda tidak disarankan menggunakan PC yang low speed atau jangkrik (murahan), akibatnya PC anda akan cepat jebol atau rusak. Dan seiring berjalannya waktu, DVR Standalone juga mempunyai feature-feature baru yang sudah dapat menyamai kemampuan DVR Card.

Sebagai informasi tambahan, bahwa DVR Card sendiri tidak diproduksi lagi oleh Jepang sebagai penemunya. Tetapi produk ini diproduksi secara masaal di China dan Indonesia adalah salah satu pangsa pasar penyerap DVR Card yang cukup besar. Dengan demikian jika DVR Card di Negara penemunya sendiri tidak diproduksi lagi, mengapa justru terjadi booming di Indonesia ?

Trik yang dilakukan penjual adalah menjelaskan bahwa cukup membeli DVR Card saja, karena lebih murah, sedangkan nanti PC nya bisa digunakan yang di rumah. Tetapi mereka tidak menjelaskan embedded tersebut, yaitu jika PC dipasang DVR Card tersebut, maka tidak bisa digunakan untuk keperluan lain lagi. Dan akhirnya untuk menggunakan PC, maka tidak ada jalan lain yaitu membeli satu unit PC lagi. Atau penjual memberikan harga paket DVR Card besama PC sekaligus. Dan biasanya pembeli langsung tergiur mendengar mendapatkan PC. Disini penjual sangat pintar, karena biasanya PC tersebut yang dikasih walaupun jangkrik tetapi tetap ada garansi setahun dari supplier PC. Maka urusan PC bukan menjadi urusan mereka lagi, mau jebol, mau rusak tinggal di claim ke suppliernya. Selama pemakaian setahun saja customer sering kali menemukan banyak masalah dengan PC nya. Dan setelah lewat masa setahun, maka customerlah yang menanggung resiko dengan jebolnya PC mereka, dan akhirnya membeli satu PC lagi yang jauh lebih bandel (mahal) untuk menggantikan PC nya yang dipasang DVR Card.

Dari pengamatan di lapangan, bahwa penggunaan DVR Card dengan drastis menurunkan kemampuan dari PC karena dipaksa bekerja 24 jam terus menerus dan akhirnya PC tersebut cepat rusak komponennya terutama di motherboard, power dan processornya..

Jadi disini bisa ditarik kesimpulan, smart mana memilih DVR Card atau Standalone. Atau anda termasuk orang yang membeli PC hanya untuk menonton film DVD ?

DVR Standalone semakin banyak di jual pasaran dengan harga murah. Biasanya produk murah tersebut berasal dari China, dan compressionnya masih MJPEG, bahkan ada yang tidak bisa networking atau Internet sama sekali. Teknologi yang out of date ini dijual cukup murah, Dengan kata lain melakukan cuci gudang untuk pembeli yang tidak mengetahui akan teknologi tersebut. Sebagai analogi saja, MJPEG bisa disamakan dengan VCD Player dan MPEG4 disamakan dengan DVD Player ? Dan apakah anda masih tertarik untuk membeli VCD Player dengan harga murah sekalipun ?
Tampilkan Lebih Banyak