Hi, Guest!

Tips Dan Catatan Membeli CCTV

Update Terakhir
:
22 / 03 / 2019
Min. Pembelian
:
1 Unit
Harga
CALL
Bagikan
:

Detail Tips Dan Catatan Membeli CCTV

( Kami menemukan banyak perusahaaan lain yang memakai tulisan ini dicantumkan di website mereka tanpa meminta ijin dari kami, dan ada yang menjiplak langsung atau memodifikasi sedikit tulisan ini. Jika anda menulis sumber refrensinya, kami tidak keberatan. Tetapi jika anda langsung mencontek mentah-mentah atau memodifikasi sedikit kata-katanya. Maka perbuatan tersebut sangat tidak etis, dan menunjukkan bahwa perusahaan anda sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang CCTV) Dalam Tips dan catatan tuiisan ini penjelasan dibagi menjadi 4 bagian : I. Paket CCTV II. DVR III. CCTV IV. Penjual I. Tips Membeli Paket CCTV : 1. Jangan termakan iklan yang hanya menawarkan paket CCTV serta nama barangnya saja dgn promosi dijual dengan harga murah. Misalnya " 4 Dome Color Camera + Adaptor + DVR recording 30 days + Instalasi" . Tanpa ada keterangan lebih lanjut mengenai produk per item di paket tersebut dan spesifikasi CCTV yang ditawarkan tersebut, karena anda akan membeli kucing dalam karung, cuma tahu isinya kucing tapi tidak tahu jenisnya apa. Dan bisa saja paket yang dianggap murah tersebut sebenarnya " mahal" kalau diltinjau dari kwalitas karena spesifikasinya yang ditawarkan memang rendah. 2. CCTV Camera yang ditawarkan apakah 1/ 3" CCD image sony, Low Lux, berapa resolusinya, dan lebih bagus lagi SUPER HAD 3. DVR yang ditawarkan apakah compressioonnya sudah MPEG4, JPEG2000 dan networking ? 4. Berapa kapasitas Hard Disk yang diberikan penjual ? Misalnya dalam paket 4 camera apakah diberikan cuma 80GB atau 160GB atau 250GB ? Catatan tentang Paket : 1. CCTV dengan image sensor 1/ 4" lebih rendah dari 1/ 3" CCD, dan CCD Sony merupakan image sensor yang bagus dibandingkan sensor yang lain. 2. DVR compression MJPEG sudah ketinggalan teknologi apalagi DVR tanpa networking 3. Jangan percaya pada lamanya recording, karena recording bisa di setting dengan frame per second yang paling rendah dan dengan quality image low sehingga waktu recordnya menjadi lama dan hasil playbacknya menyedihkan. Misalnya anda diberi Hard Disk cuma 80GB saja. Tanyakan saja berapa besar kapasitas hard disk yang diberikan oleh penjual. Dengan logika saja, semakin besar kapasitas hard disk maka masa penyimpanan makin lama. Jadi bukan patokan pada lamanya recording, melainkan besarnya kapasitas Hard Disk yang diberikan. Misalnya untuk DVR 4 Channel, 80GB sudah sangat tidak memadai lagi, untuk PC sekarang saja kapasitas itu sudah tidak memadai, apalagi untuk DVR, jadi minimal ideal adalah 160GB atau di atasnya. 4. Tanyakan merek, dan type CCTV tersebut, kemudian di search misalnya dengan google engine website dari merek tersebut ( bukan website penjual dari CCTV, tapi merek dari CCTV tersebut) di internet apakah ada merek tersebut dan type tersebut dan spesifikasinya sama dgn yang ditawarkan. Catatan : Karena banyak sekali CCTV OEM ( tanpa merek) yang jelek kualitasnya kemudian diberi merek sendiri oleh penjual, dibuat spesifikasinya tinggi, dan tentu dijual dengan harga yang murah. Dan merek buatan sendiri dan spesifikasi dibuat tinggi ini merupakan trik dari penjual untuk mengelabui konsumen. 5. Sebaiknya " not china" , dan banyak produk China juga mencantumkan sepec nya lebih tinggi dari sebenarnya di website mereka. Maka tidak heran dengan spec yang sama buatan China dan negara lain, anda akan mendapatkan hasil dan kualitas yang berbeda. Buatan dari China biasanya dipadukan dengan iming-iming harga miring, spesifikasi tinggi, kualitas bagus tapi garansi tidak jelas. 6. Jika ada instalasi, perhatikan kwalitas dari Cable Coaxial sebaiknya US Standard. Cable coaxial yang jelek dengan harga rendah membuat tranmissi gambar terganngu dan tidak tahan lama. Jangan gunakan kabel RCA ( biasanya tiga jalur) , apalagi jarak jauh, karena kabel ini memang bukan untuk CCTV. Kabel RCA ini ( biasanya isinya2 atau 3 kabel) dijual dengan 10, 20, 50 atau 100 meter. II. DVR : 1. Teknologi compression yang terkini adalah MPEG4 ( H264) dan JPEG2000. Dengan demikian MJPEG sudah ketinggalan teknologi, tetapi masih banyak dijual terutama untuk Paket. 2. DVR mengarah ke standalone ( berdiri sendiri) dan DVR Card sudah mulai ditinggalkan dengan alasan : a. Sangat tergantung kepada operating system, dan sering sekali OS tersebut mudah hang karena tidak stabil. b. Mudah terserang oleh virus c. Sangat tergantung kepada kemampuan PC, dan jika dioperasikan terus menerus PC cendrung menurun daya kerja dan daya tahannya. Kecuali anda membeli PC jenis server yang memang dirancang 24 jam kerja terus menerus dan harganya juga tinggi. d. Untuk mensettingnya harus ada orang yang background dengan IT e. PC yang telah dipasang dengan DVR Card harus spec cukup tinggi dan khusus digunakan untuk DVR Card saja, dan tidak bisa digunakan untuk keperluan lain lagi ( Embedded) . Dan jika dipaksakan, software lain yang dijalankan akan menjadi lamban sekali kerjanya dan bahkan membuat hang di pc. Sedang DVR Standalone : 1. Tidak tergantung pada operating system 2. Tidak bisa diserang virus 3. Lebih friendly user dalam setting 4. Bisa dihubungkan ke PC ( tidak mutlak) dan juga ke modem ADSL jika mau dinaikkan ke internet tanpa melalui PC. 5. Dirancang untuk operasi 24 jam terus menerus. 6. Kemampuan sedikit kalah dengan DVR Card, karena DVR Card menggunakan fungsi PC sebagai alat bantu dalam menjalankan programnya. III. CCTV : 1. Perhatikan CCTV spesifikasinya dengan baik, image sensor, Lux, TVL, Infra Red ( jika ada) . 2. Perhatikan produk dari negara mana. 3. Mengapa banyak produk CCTV harga murah, ini karena spesifikasinya sangat rendah, misalnya, CMOS, 1/ 4 Sharp" , 350TVL, 1 Lux dan infra rednya useful lifenya hanya bertahan sekitar 1000 jam saja. Dan produk murah biasanya tidak tahan panas dan tidak bisa dioperasikan terus menerus. Jika dipaksakan, maka setelah pemakaian tidak lama, maka warna mulai lari ke dominan merah, kuning atau hijau dan yang paling parah adalah mati. Maka produk murah tersebut biasanya tidak ada garansi, atau garansinya pendek sekitar 1 atau 3 bulan, atau garansi pada kamera tapi tidak pada kwalitas gambar ( asal kamera tidak mati saja) . 4. Smart dalam membeli karena misalnya untuk CCD Sony harganya bisa hampir 2 kali lipat dari yang lainnya. Maka tidak logis, anda mendapatkan CCD image type ini dengan harga murah. 5. Pada umumnya dipasaran ccd yang paling umum dipakai adalah jenis Sony dan Sharp, dan jika cuma ditulis 1/ 3" CCD image sensor, dan tidak ditulis merk CCD yg digunakan, maka dapat dipastikan CCTV tersebut tidak menggunakan Sony sebagai CCD nya. 5. CCD Sony artinya chip yang digunakan adalah dari Sony, tetapi merek CCTV yang digunakan bisa beragam, tergantung dari pabrik mana yang memproduksinya. 6. Banyak pembeli merasa it' s ok saja dengan produk yang dibeli harga murah dan kwalitas juga ok, untuk mengetahui barang kwalitas bagus dan rendah tidak bisa andalkan mata awam saja dan melihatnya secara terpisah. tetapi harus kedua produk tersebut di display kan secara langsung sehingga terlihat jelas perbedaannya 7. Jenis CCTV yang spesifikasinya rendah, pada saat pertama dicoba ( ditampilakan gambarnya) , maka hasilnya juga akan terang dan bagus, tetapi dengan berlalunya waktu diinstalasi maka kwalitas gambar akan turun dan menuju ke buram. IV. Penjual : 1. Banyak penjual yang merobah merek, type dan spesifiakasi pada kameranya supaya menaikkan harga jual, atau pembeli merasa membeli barang murah dengan spesifikasi tinggi( bagus) . Caranya mengetahui adalah meminta, website supplier ( produsen CCTV tersebut bukan website penjual) , merek, type dan spesifikasi barang yang mau dibeli, kemudian coba search di internet apakah ada merk tersebut, type tersebut dan specnya apakah sama dengan yang ditawarkan.. 2. Jangan membeli dari perusahaan " dadakan" , cari tahu apakah perusahaan di buku telepon atau lainnya. Karena perusahaan dadakan sejenis ini mudah hilang jika terjadi masalah dan muncul lagi dengan nama baru. 3. Banyak bekas marketing perusahaan CCTV yang keluar dari perushaan dan berusaha sendiri. Mereka hanya menawarkan gambar iklan, sedangkan produknya diambil dari perusahaan lain. Perhatikan juga dengan cara transaksi yang mereka lakukan, apakah hanya bisa dihubungi No HP saja ? Dan dengan alamat yang tidak jelas ? Karena biasanya mereka cuma menjual janji saja, dan sewaktu ada claim atau terlalu banyak claim karena CCTV yang mereka jual atau pasang. Maka mereka menghilang dan kemudian muncul dengan nama baru. 4. Perhatikan penjualnya apakah barang-barang yang dijual memang berkwalitas atau orientednya ke barang murah. 5. Apakah pembeli tersebut di dukung oleh pabrik ? Dan bisa melakukan maintenance atau service jika terjadi masalah ? 6. . Garansi berapa lama diberikan oleh penjual apakah itu merupakan garansi dari toko atau pabrik. Dan banyak kasus bahwa garansi tidak dapat diclaim karena penjual tidak menjual merek yang sebelumnya dijual, sehingga hubungan dengan supplier ( pabrik) tidak ada lagi. Karena penjual mengonta-ganti merek yang dijual asal murah dengan menyampingkan kwalitas. Dan dengan berbagai alasan menolak claim garansi yang dijanjikan. Kesimpulan : Harga CCTV sangat ditentukan oleh : 1. Branded, harganya sangat mahal 2. Bukan branded, tetapi spec, ccd dan kwalitasnya sebenarnya sama dengan branded. 3. Bukan branded, dan produknya dikhususkan yang type " jangkrik" dan harganya murah. 4. Brand, type dan spec nya dibikin sendiri oleh penjual, biasanya type " jangkik" 4. Buatan negara mana Jika anda smart dalam membeli, cari lebih banyak informasi mengenai produsen CCTV tersebut dan jangan terpengaruh oleh " made in German" atau " Technology German" atau sejenisnya. Dan tidak mungkin anda mendapatkan CCTV spesifikasi tinggi dengan harga murah. Dan dari penjual anda bisa mengambil kesimpulan tentang barang yang ditawarkan. Note : Catatan dan Tips ini diberikan untuk menambah pengetahuan bagi orang yamg mau membeli cctv tetapi masih awam. Dan bukan ditujukan untuk menyudutkan penjual, merek ccd maupun negara tertentu. Iwan Dinata, PT Avematic Security, dilarang mengutip tanpa seizin penulis.
Tampilkan Lebih Banyak

PT. Avematic Security

PT. Avematic Security adalah perusahaan yang bergerak di bidang Home Automation dan Security Products. Produk kami adalah Automation Gate dengan merek Daspi buatan Italy. Autogate ini otomatis akan membuka, menutup dan mengunci pintu pagar atau garasi anda dengan sentuhan remote saja. Untuk Autogate ini, kami membuka peluang kerja sama menjadi agen di luar wilayah Jakarta. Selain itu, kami juga menyediakan product security seperti CCTV Kamera beserta semua peralatan serta accesoriesnya. Access Control dan Biometric Finger Print, Burglar Alarm ( alarm yang memberikan peringatan dini jika terjadi penyusupan) , Metal Detector baik berupa handhels maupun Walkthrough serta aperalatan security lainnnya. Untuk CCTV kami menjual merk : - Wizard - Samsung - Sony - Mobotic - Panasomic - Sanyo - Vivotek Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi HP saya di 021 930 87 135 atau di email : avematic@ yahoo.com
pt. avematic security
pt. avematic security

PT. Avematic Security

Anggota PREMIUM 13 Tahun
Kompleks Perkantoran Grogol Permai, Jl. Latumenten No. 19, Blok G30, Jakarta Barat
Indonesia 11460
Jakarta Barat
25 / 02 / 2019
Hubungi Kami
Kontak Kami  

Detail Tips Dan Catatan Membeli CCTV

( Kami menemukan banyak perusahaaan lain yang memakai tulisan ini dicantumkan di website mereka tanpa meminta ijin dari kami, dan ada yang menjiplak langsung atau memodifikasi sedikit tulisan ini. Jika anda menulis sumber refrensinya, kami tidak keberatan. Tetapi jika anda langsung mencontek mentah-mentah atau memodifikasi sedikit kata-katanya. Maka perbuatan tersebut sangat tidak etis, dan menunjukkan bahwa perusahaan anda sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang CCTV) Dalam Tips dan catatan tuiisan ini penjelasan dibagi menjadi 4 bagian : I. Paket CCTV II. DVR III. CCTV IV. Penjual I. Tips Membeli Paket CCTV : 1. Jangan termakan iklan yang hanya menawarkan paket CCTV serta nama barangnya saja dgn promosi dijual dengan harga murah. Misalnya " 4 Dome Color Camera + Adaptor + DVR recording 30 days + Instalasi" . Tanpa ada keterangan lebih lanjut mengenai produk per item di paket tersebut dan spesifikasi CCTV yang ditawarkan tersebut, karena anda akan membeli kucing dalam karung, cuma tahu isinya kucing tapi tidak tahu jenisnya apa. Dan bisa saja paket yang dianggap murah tersebut sebenarnya " mahal" kalau diltinjau dari kwalitas karena spesifikasinya yang ditawarkan memang rendah. 2. CCTV Camera yang ditawarkan apakah 1/ 3" CCD image sony, Low Lux, berapa resolusinya, dan lebih bagus lagi SUPER HAD 3. DVR yang ditawarkan apakah compressioonnya sudah MPEG4, JPEG2000 dan networking ? 4. Berapa kapasitas Hard Disk yang diberikan penjual ? Misalnya dalam paket 4 camera apakah diberikan cuma 80GB atau 160GB atau 250GB ? Catatan tentang Paket : 1. CCTV dengan image sensor 1/ 4" lebih rendah dari 1/ 3" CCD, dan CCD Sony merupakan image sensor yang bagus dibandingkan sensor yang lain. 2. DVR compression MJPEG sudah ketinggalan teknologi apalagi DVR tanpa networking 3. Jangan percaya pada lamanya recording, karena recording bisa di setting dengan frame per second yang paling rendah dan dengan quality image low sehingga waktu recordnya menjadi lama dan hasil playbacknya menyedihkan. Misalnya anda diberi Hard Disk cuma 80GB saja. Tanyakan saja berapa besar kapasitas hard disk yang diberikan oleh penjual. Dengan logika saja, semakin besar kapasitas hard disk maka masa penyimpanan makin lama. Jadi bukan patokan pada lamanya recording, melainkan besarnya kapasitas Hard Disk yang diberikan. Misalnya untuk DVR 4 Channel, 80GB sudah sangat tidak memadai lagi, untuk PC sekarang saja kapasitas itu sudah tidak memadai, apalagi untuk DVR, jadi minimal ideal adalah 160GB atau di atasnya. 4. Tanyakan merek, dan type CCTV tersebut, kemudian di search misalnya dengan google engine website dari merek tersebut ( bukan website penjual dari CCTV, tapi merek dari CCTV tersebut) di internet apakah ada merek tersebut dan type tersebut dan spesifikasinya sama dgn yang ditawarkan. Catatan : Karena banyak sekali CCTV OEM ( tanpa merek) yang jelek kualitasnya kemudian diberi merek sendiri oleh penjual, dibuat spesifikasinya tinggi, dan tentu dijual dengan harga yang murah. Dan merek buatan sendiri dan spesifikasi dibuat tinggi ini merupakan trik dari penjual untuk mengelabui konsumen. 5. Sebaiknya " not china" , dan banyak produk China juga mencantumkan sepec nya lebih tinggi dari sebenarnya di website mereka. Maka tidak heran dengan spec yang sama buatan China dan negara lain, anda akan mendapatkan hasil dan kualitas yang berbeda. Buatan dari China biasanya dipadukan dengan iming-iming harga miring, spesifikasi tinggi, kualitas bagus tapi garansi tidak jelas. 6. Jika ada instalasi, perhatikan kwalitas dari Cable Coaxial sebaiknya US Standard. Cable coaxial yang jelek dengan harga rendah membuat tranmissi gambar terganngu dan tidak tahan lama. Jangan gunakan kabel RCA ( biasanya tiga jalur) , apalagi jarak jauh, karena kabel ini memang bukan untuk CCTV. Kabel RCA ini ( biasanya isinya2 atau 3 kabel) dijual dengan 10, 20, 50 atau 100 meter. II. DVR : 1. Teknologi compression yang terkini adalah MPEG4 ( H264) dan JPEG2000. Dengan demikian MJPEG sudah ketinggalan teknologi, tetapi masih banyak dijual terutama untuk Paket. 2. DVR mengarah ke standalone ( berdiri sendiri) dan DVR Card sudah mulai ditinggalkan dengan alasan : a. Sangat tergantung kepada operating system, dan sering sekali OS tersebut mudah hang karena tidak stabil. b. Mudah terserang oleh virus c. Sangat tergantung kepada kemampuan PC, dan jika dioperasikan terus menerus PC cendrung menurun daya kerja dan daya tahannya. Kecuali anda membeli PC jenis server yang memang dirancang 24 jam kerja terus menerus dan harganya juga tinggi. d. Untuk mensettingnya harus ada orang yang background dengan IT e. PC yang telah dipasang dengan DVR Card harus spec cukup tinggi dan khusus digunakan untuk DVR Card saja, dan tidak bisa digunakan untuk keperluan lain lagi ( Embedded) . Dan jika dipaksakan, software lain yang dijalankan akan menjadi lamban sekali kerjanya dan bahkan membuat hang di pc. Sedang DVR Standalone : 1. Tidak tergantung pada operating system 2. Tidak bisa diserang virus 3. Lebih friendly user dalam setting 4. Bisa dihubungkan ke PC ( tidak mutlak) dan juga ke modem ADSL jika mau dinaikkan ke internet tanpa melalui PC. 5. Dirancang untuk operasi 24 jam terus menerus. 6. Kemampuan sedikit kalah dengan DVR Card, karena DVR Card menggunakan fungsi PC sebagai alat bantu dalam menjalankan programnya. III. CCTV : 1. Perhatikan CCTV spesifikasinya dengan baik, image sensor, Lux, TVL, Infra Red ( jika ada) . 2. Perhatikan produk dari negara mana. 3. Mengapa banyak produk CCTV harga murah, ini karena spesifikasinya sangat rendah, misalnya, CMOS, 1/ 4 Sharp" , 350TVL, 1 Lux dan infra rednya useful lifenya hanya bertahan sekitar 1000 jam saja. Dan produk murah biasanya tidak tahan panas dan tidak bisa dioperasikan terus menerus. Jika dipaksakan, maka setelah pemakaian tidak lama, maka warna mulai lari ke dominan merah, kuning atau hijau dan yang paling parah adalah mati. Maka produk murah tersebut biasanya tidak ada garansi, atau garansinya pendek sekitar 1 atau 3 bulan, atau garansi pada kamera tapi tidak pada kwalitas gambar ( asal kamera tidak mati saja) . 4. Smart dalam membeli karena misalnya untuk CCD Sony harganya bisa hampir 2 kali lipat dari yang lainnya. Maka tidak logis, anda mendapatkan CCD image type ini dengan harga murah. 5. Pada umumnya dipasaran ccd yang paling umum dipakai adalah jenis Sony dan Sharp, dan jika cuma ditulis 1/ 3" CCD image sensor, dan tidak ditulis merk CCD yg digunakan, maka dapat dipastikan CCTV tersebut tidak menggunakan Sony sebagai CCD nya. 5. CCD Sony artinya chip yang digunakan adalah dari Sony, tetapi merek CCTV yang digunakan bisa beragam, tergantung dari pabrik mana yang memproduksinya. 6. Banyak pembeli merasa it' s ok saja dengan produk yang dibeli harga murah dan kwalitas juga ok, untuk mengetahui barang kwalitas bagus dan rendah tidak bisa andalkan mata awam saja dan melihatnya secara terpisah. tetapi harus kedua produk tersebut di display kan secara langsung sehingga terlihat jelas perbedaannya 7. Jenis CCTV yang spesifikasinya rendah, pada saat pertama dicoba ( ditampilakan gambarnya) , maka hasilnya juga akan terang dan bagus, tetapi dengan berlalunya waktu diinstalasi maka kwalitas gambar akan turun dan menuju ke buram. IV. Penjual : 1. Banyak penjual yang merobah merek, type dan spesifiakasi pada kameranya supaya menaikkan harga jual, atau pembeli merasa membeli barang murah dengan spesifikasi tinggi( bagus) . Caranya mengetahui adalah meminta, website supplier ( produsen CCTV tersebut bukan website penjual) , merek, type dan spesifikasi barang yang mau dibeli, kemudian coba search di internet apakah ada merk tersebut, type tersebut dan specnya apakah sama dengan yang ditawarkan.. 2. Jangan membeli dari perusahaan " dadakan" , cari tahu apakah perusahaan di buku telepon atau lainnya. Karena perusahaan dadakan sejenis ini mudah hilang jika terjadi masalah dan muncul lagi dengan nama baru. 3. Banyak bekas marketing perusahaan CCTV yang keluar dari perushaan dan berusaha sendiri. Mereka hanya menawarkan gambar iklan, sedangkan produknya diambil dari perusahaan lain. Perhatikan juga dengan cara transaksi yang mereka lakukan, apakah hanya bisa dihubungi No HP saja ? Dan dengan alamat yang tidak jelas ? Karena biasanya mereka cuma menjual janji saja, dan sewaktu ada claim atau terlalu banyak claim karena CCTV yang mereka jual atau pasang. Maka mereka menghilang dan kemudian muncul dengan nama baru. 4. Perhatikan penjualnya apakah barang-barang yang dijual memang berkwalitas atau orientednya ke barang murah. 5. Apakah pembeli tersebut di dukung oleh pabrik ? Dan bisa melakukan maintenance atau service jika terjadi masalah ? 6. . Garansi berapa lama diberikan oleh penjual apakah itu merupakan garansi dari toko atau pabrik. Dan banyak kasus bahwa garansi tidak dapat diclaim karena penjual tidak menjual merek yang sebelumnya dijual, sehingga hubungan dengan supplier ( pabrik) tidak ada lagi. Karena penjual mengonta-ganti merek yang dijual asal murah dengan menyampingkan kwalitas. Dan dengan berbagai alasan menolak claim garansi yang dijanjikan. Kesimpulan : Harga CCTV sangat ditentukan oleh : 1. Branded, harganya sangat mahal 2. Bukan branded, tetapi spec, ccd dan kwalitasnya sebenarnya sama dengan branded. 3. Bukan branded, dan produknya dikhususkan yang type " jangkrik" dan harganya murah. 4. Brand, type dan spec nya dibikin sendiri oleh penjual, biasanya type " jangkik" 4. Buatan negara mana Jika anda smart dalam membeli, cari lebih banyak informasi mengenai produsen CCTV tersebut dan jangan terpengaruh oleh " made in German" atau " Technology German" atau sejenisnya. Dan tidak mungkin anda mendapatkan CCTV spesifikasi tinggi dengan harga murah. Dan dari penjual anda bisa mengambil kesimpulan tentang barang yang ditawarkan. Note : Catatan dan Tips ini diberikan untuk menambah pengetahuan bagi orang yamg mau membeli cctv tetapi masih awam. Dan bukan ditujukan untuk menyudutkan penjual, merek ccd maupun negara tertentu. Iwan Dinata, PT Avematic Security, dilarang mengutip tanpa seizin penulis.
Tampilkan Lebih Banyak

PT. Avematic Security

PT. Avematic Security adalah perusahaan yang bergerak di bidang Home Automation dan Security Products. Produk kami adalah Automation Gate dengan merek Daspi buatan Italy. Autogate ini otomatis akan membuka, menutup dan mengunci pintu pagar atau garasi anda dengan sentuhan remote saja. Untuk Autogate ini, kami membuka peluang kerja sama menjadi agen di luar wilayah Jakarta. Selain itu, kami juga menyediakan product security seperti CCTV Kamera beserta semua peralatan serta accesoriesnya. Access Control dan Biometric Finger Print, Burglar Alarm ( alarm yang memberikan peringatan dini jika terjadi penyusupan) , Metal Detector baik berupa handhels maupun Walkthrough serta aperalatan security lainnnya. Untuk CCTV kami menjual merk : - Wizard - Samsung - Sony - Mobotic - Panasomic - Sanyo - Vivotek Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi HP saya di 021 930 87 135 atau di email : avematic@ yahoo.com