Back to Top

Hi, Guest!

Penggembur ( Bulking Agent) Green Phoskko® ( GP-2)

Update Terakhir
:
09 / 12 / 2019
Min. Pembelian
:
1 Unit
Dilihat Sebanyak
:
35 kali
Harga
CALL
Bagikan
:

Perhatian !

Perusahaan ini terdaftar sebagai Free Member. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, harap berhati-hati ketika melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Detail Penggembur ( Bulking Agent) Green Phoskko® ( GP-2)

Penggembur ( Bulking Agent) Green Phoskko® ( GP-2) adalah suatu bahan mineral, energi dan pengkayaan unsur hara - yang berfungsi sebagai campuran bahan baku dalam dekomposisi sampah atau kompos, untuk mempermudah penggemburan/ pembusukkan sampah organik dalam proses pengolahan sampah. Bulking Agent ini terdiri dari dedak, serbuk gergaji, zeolit, aditive, urea, dolomit dan abu dengan komposisi tertentu. Dalam proses REDUKSI sampah skala rumah tangga, gunakan penggembur ( bulking agent) Green Phoskko secukupnya ( bisa dijadikan standar 30 kg bagi 3 m3 atau 1 ton berat sampah. Jumlah tersebut setara dengan 3 persen ( % ) dari berat bahan kompos/ sampah) saat sampah siap diproses guna didekomposisi. Campurkan kedalam sampah dan jika mungkin anda memiliki komposter atau Bio Reaktor, aduk dalam media Bio Reaktor hingga merata yakni setiap bagian sampah terkena serbuk penggembur ini. Dengan makin rata dan memadai, proses dekomposisi akan semakin cepat, kandungan dan bebas dari bau. Pengembur green phoskko® aman untuk dipegang tangan/ terkena kulit karena terbuat dari bahan mineral pertambangan. Pengomposan yang baik dan akan berjalan dengan cepat dipengaruhi oleh antara lain : kadar air, aerasi ( ketersediaan oksigen dalam material pengomposan) , temperatur, ukuran bahan, komposisi bahan, jumlah mikroorganisme dan keasaman ( PH) . Penggembur ( balking agents) Green Phoskko membantu penyiapan material agar mencapai kelembaban tepat, percepatan kenaikan suhu ( starter) , menetralisir kondisi bahan sampah yang umumnya lembab dan masam melalui kemampuan menaikan PH menjadi kondisi ideal bagi pengomposan yakni 6, 5 sampai 7, 5. Dengan kata lain membantu pengkondisian proses pengomposan mencapai ideal sehingga dapat dilangsungkan dengan cepat, memiliki tekstur gembur, tidak berbau karena peranan zeolit serta menambah kandungan mineral dan unsur hara bagi pengkayaan kandungan kompos. Pengelola proyek maupun pemilik otoritas dan kewenangan pengelolaan kebersihan kota ( Dinas Kebersihan, PD Kebersihan) sangat dianjurkan menggunakan bulking agent ini dalam mengatasi bau sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara ( TPS) . Bau menyengat sampah dari gas metan yang dihasilkan di TPS sebagai akibat dari proses pelapukan tanpa oksigen ( an areobik) akan dapat dinetralisasi dengan menaburkan penggembur Green Phoskko ini pada dosis 3 % dari perkiraan berat sampah. Berat sampah dapat ditaksir dengan mengukur volume bak TPS ( panjang x lebar x tinggi) kemudian dikonversi ke berat sampah sekitar 1/ 5 dikali volume tersebut. Jadi jika bak TPS berukuran dimensi PLT ( 3x1x1) artinya sekitar 3 m3 akan setara dengan berat sampah 600 kg dan akan memerlukan 20 kg penggembur Green PHoskko ini. Setelah diberikan penggembur, berikan aktivator dengan cara disemprotkan atau disiramkan sebanyak 1 kg bahan yang dilarutkan dalam air. Kemudian TPS dapat ditutup plastik hitam mapun penutup yang ada, maka dalam beberapa hari sampah dalam TPS akan menyusut hingga 65 % , tidak berbau, bahkan dalam keadaan lokasi TPS terbebas dari hujan akan menghasilkan amilioran yang baik bagi tanaman. Artinya kita melakukan proses dekomposisi di dalam TPS agar menetralisasi masalah bau, berair, lengket menjadi gembur, menyusut dan kering guna memudahkan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir ( TPA) .+ )
Tampilkan Lebih Banyak

Rumah Kompos l Mesin Pencacah l Komposter Elektrik l Kompos Cair l Pengomposan l Komposting l Pupuk Organik Cair- www.kencanaonline.com

Menyadari bahwa dimasa depan pupuk kimia ( anorganik) - sebagai bahan alam tidak terbarukan ( unrenewable) akan makin berkurang ketersediaannya atau makin tidak berimbang dengan kebutuhan pertanian, serta, dilain pihak, terdapat kesadaran kesehatan akan pentingnya pangan alami ( organik) - sejak 2004 CVSK mengembangkan teknologi guna mendukung pembuatan kompos di berbagai lokasi sumber sampah dan limbah timbul. Di berbagai lokasi sumber sampah dan limbah itu, dengan dukungan alat dan teknologi yang kami tawarkan, banyak pihak kemudian membentuk rumah kompos. Alat teknologi bagi pembuatan serta pengolahan sampah dan limbah menjadi pupuk organik antara lain komposter type manual skala rumah tangga ( S, M, L) , komposter elektrik bagi skala rumah tangga dan individual ( type KE 100L) , Rotary Kiln Manual ( kapasitas 1 m3 dan 3 m3) serta Rotary Kiln Elektrik ( kapasitas 3 m3 dan 6 m3) . Guna mendukung produksi kompos agar makin cepat dan efisien, CVSK telah merekayasa dan mengisolasi aneka mikroba ( probiotik) dan aneka mineral bagi berlangsungnya pengomposan modern, higienis dan cepat mengurai sampah dan limbah. Mikroba pengurai ini adalah aktivator kompos Green Phoskko ( GP-1) dan mineral penggembur ( bulking agent) Green Phoskko ( GP-2) . Penunjang bagi beroperasinya peralatan komposter dan Rotary Kiln diatas, memerlukan bangunan ( tanpa dinding, atapnya bisa dari plastik terpal, daun kirai, plastik gelombang, genteng dan sebagainya) tergantung dana yang tersedia. Lantainya bisa tanah, semen atau paving blok. Kita bisa menyebutnya sebagai ? Rumah Kompos? . Dengan komposter ini, telah memberi manfaat kepada pehobies taman dan pengelola pertamanan dalam membuat kompos dengan memanfaatkan bahan baku berasal dari sampah rumah tangga atau, bagi pengelola kawasan komersial ( kawasa industri, hotel, restoran, mall, foodcourt, kantin) mengelola sampah areanya guna memenuhi kewajiban sebagaimana UU No 18/ 2008. Rotary Kiln juga membantu pengusaha kompos dan pupuk organik granul mendapatkan kompos secara cepat dan murah. Alat komposter dan type Rotary Kiln telah memberi peluang bisnis yang cepat menghasilkan dari mengelola sampah di kawasan komersial ( komplek perumahan, pabrik, pasar, kawasan industri, mall atau lingkungan apartemen) maupun sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah dan perguruan tinggi, rumah sakit dan tempat peribadatan) . Bahkan, bagi kota- kota yang mengalami masalah dengan Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Sampah, komposter Biophoskko skala besar dan komersial ( dhi. Rotary Kiln) akan sangat membantu mengurangi sampah secara tuntas sejak sumber atau lokasi penghasil sampah ( keluarga atau rumah tangga, restoran, mall, pasar, kantin pabrik, pasar sayur dan hotel) . Bagi kepentingan pengelolaan skala besar tersedia alat mesin Rotary Klin dengan pilihan kapasitas mengolah sampah 1 m3 ( setara berat 1/ 3 Ton) / 5 hari , 3 m3/ 5 hari setara berat limbah 1 ton sampai 6 m3 ( 2 Ton) / unit mesin/ 5 hari. Alat pengolah sampah berupa Komposter Elektrik ( KE 100L) memiliki keunggulan sendiri dilihat dari kepentingan mengembangkan program 3 R ( Reuse- Reduce dan Recycle) mengingat mesin ini dibuat dari hasil rekayasa ( asembling) spare part mesin cuci seken ( used wash machine) di Batam dengan spare part buatan Bandung. Dengan inovasi ini, limbah elektronik berupa mesin cuci dapat dimanfaatkan kembali ( reuse) guna mengolah sampah dan limbah organik ( recycle) menjadi pupuk cair organik. Teknologi pengomposan ( composting technology) saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah ( organik) - khususnya di perkotaan, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kawasan komersial ( pemukiman, mall, hotel, kawasan industri, pabrik, dll) , masalah sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dll) serta masalah yang ditimbulkan dari keberadaan limbah organik ( industri makanan dan minuman, serta limbah pertanian, limbah peternakan dan perkebunan) dengan membangun instalasi maupun rumah kompos ( compost house) . Sebagaimana diketahui, sampah dan limbah sekurangnya terdiri dari dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik, di negara berkembang dan masyarakat agraris - seperti kota di Indonesia, mencapai 70 % hingga 80% , sehingga karena itu pengomposan ( composting) merupakan alternatif penanganan sampah yang sesuai bagi umumnya kota di Indonesia. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ( CH4) ke udara. Kompos, sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik, bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Secara umum keunggulan kompos bagi keadaan Indonesia dengan masih bermasalahnya pengelolaan sampah ( khususnya di perkotaan dan limbah usaha peternakan) , antara lain : 1. Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk buatan ( anorganik) . 2. Pupuk organik mengandung asam  asam organik, antara lain asam humic, asam fulfic, hormon dan enzym yang tidak terdapat dalam pupuk buatan yang sangat berguna baik bagi tanaman maupun lingkungan dan mikroorganisme. Pupuk organik mengandung makro dan mikro organisme tanah yang mempunyai pengaruh yang sangat baik terhadap perbaikan sifat fisik tanah dan terutama sifat biologis tanah. 3. Memperbaiki dan menjaga struktur tanah. 4. Menjadi penyangga pH tanah. 5. Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan. 6. Membantu menjaga kelembaban tanah 7. Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun 8. Tidak merusak lingkungan. Dengan banyaknya " Rumah Kompos" berkegiatan merobah sampah dan limbah menjadi material pupuk organik, akan merupakan ikhtiar bagi memajukan pertanian organik dan pertanian berkelanjutan, dilain pihak membantu penyelesaian masalah sampah kota. Bandung, Juni 2010 PT CIPTA VISI SINAR KENCANA ( CVSK) , www.kencanaonline.com IR. Sonson Garsoni + 62-81572527115
rumah kompos l mesin pencacah l komposter elektrik l kompos cair l pengomposan l komposting l pupuk organik cair- www.kencanaonline.com
rumah kompos l mesin pencacah l komposter elektrik l kompos cair l pengomposan l komposting l pupuk organik cair- www.kencanaonline.com

Rumah Kompos l Mesin Pencacah l Komposter Elektrik l Kompos Cair l Pengomposan l Komposting l Pupuk Organik Cair- www.kencanaonline.com

Komplek Bintan Centre D-21-A, Jl. D.I.Panjaitan Batu 9,, Tanjung Pinang
Indonesia
Tanjung Pinang
03 / 09 / 2013
BEST DEAL

Detail Penggembur ( Bulking Agent) Green Phoskko® ( GP-2)

Penggembur ( Bulking Agent) Green Phoskko® ( GP-2) adalah suatu bahan mineral, energi dan pengkayaan unsur hara - yang berfungsi sebagai campuran bahan baku dalam dekomposisi sampah atau kompos, untuk mempermudah penggemburan/ pembusukkan sampah organik dalam proses pengolahan sampah. Bulking Agent ini terdiri dari dedak, serbuk gergaji, zeolit, aditive, urea, dolomit dan abu dengan komposisi tertentu. Dalam proses REDUKSI sampah skala rumah tangga, gunakan penggembur ( bulking agent) Green Phoskko secukupnya ( bisa dijadikan standar 30 kg bagi 3 m3 atau 1 ton berat sampah. Jumlah tersebut setara dengan 3 persen ( % ) dari berat bahan kompos/ sampah) saat sampah siap diproses guna didekomposisi. Campurkan kedalam sampah dan jika mungkin anda memiliki komposter atau Bio Reaktor, aduk dalam media Bio Reaktor hingga merata yakni setiap bagian sampah terkena serbuk penggembur ini. Dengan makin rata dan memadai, proses dekomposisi akan semakin cepat, kandungan dan bebas dari bau. Pengembur green phoskko® aman untuk dipegang tangan/ terkena kulit karena terbuat dari bahan mineral pertambangan. Pengomposan yang baik dan akan berjalan dengan cepat dipengaruhi oleh antara lain : kadar air, aerasi ( ketersediaan oksigen dalam material pengomposan) , temperatur, ukuran bahan, komposisi bahan, jumlah mikroorganisme dan keasaman ( PH) . Penggembur ( balking agents) Green Phoskko membantu penyiapan material agar mencapai kelembaban tepat, percepatan kenaikan suhu ( starter) , menetralisir kondisi bahan sampah yang umumnya lembab dan masam melalui kemampuan menaikan PH menjadi kondisi ideal bagi pengomposan yakni 6, 5 sampai 7, 5. Dengan kata lain membantu pengkondisian proses pengomposan mencapai ideal sehingga dapat dilangsungkan dengan cepat, memiliki tekstur gembur, tidak berbau karena peranan zeolit serta menambah kandungan mineral dan unsur hara bagi pengkayaan kandungan kompos. Pengelola proyek maupun pemilik otoritas dan kewenangan pengelolaan kebersihan kota ( Dinas Kebersihan, PD Kebersihan) sangat dianjurkan menggunakan bulking agent ini dalam mengatasi bau sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara ( TPS) . Bau menyengat sampah dari gas metan yang dihasilkan di TPS sebagai akibat dari proses pelapukan tanpa oksigen ( an areobik) akan dapat dinetralisasi dengan menaburkan penggembur Green Phoskko ini pada dosis 3 % dari perkiraan berat sampah. Berat sampah dapat ditaksir dengan mengukur volume bak TPS ( panjang x lebar x tinggi) kemudian dikonversi ke berat sampah sekitar 1/ 5 dikali volume tersebut. Jadi jika bak TPS berukuran dimensi PLT ( 3x1x1) artinya sekitar 3 m3 akan setara dengan berat sampah 600 kg dan akan memerlukan 20 kg penggembur Green PHoskko ini. Setelah diberikan penggembur, berikan aktivator dengan cara disemprotkan atau disiramkan sebanyak 1 kg bahan yang dilarutkan dalam air. Kemudian TPS dapat ditutup plastik hitam mapun penutup yang ada, maka dalam beberapa hari sampah dalam TPS akan menyusut hingga 65 % , tidak berbau, bahkan dalam keadaan lokasi TPS terbebas dari hujan akan menghasilkan amilioran yang baik bagi tanaman. Artinya kita melakukan proses dekomposisi di dalam TPS agar menetralisasi masalah bau, berair, lengket menjadi gembur, menyusut dan kering guna memudahkan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir ( TPA) .+ )
Tampilkan Lebih Banyak

Rumah Kompos l Mesin Pencacah l Komposter Elektrik l Kompos Cair l Pengomposan l Komposting l Pupuk Organik Cair- www.kencanaonline.com

Menyadari bahwa dimasa depan pupuk kimia ( anorganik) - sebagai bahan alam tidak terbarukan ( unrenewable) akan makin berkurang ketersediaannya atau makin tidak berimbang dengan kebutuhan pertanian, serta, dilain pihak, terdapat kesadaran kesehatan akan pentingnya pangan alami ( organik) - sejak 2004 CVSK mengembangkan teknologi guna mendukung pembuatan kompos di berbagai lokasi sumber sampah dan limbah timbul. Di berbagai lokasi sumber sampah dan limbah itu, dengan dukungan alat dan teknologi yang kami tawarkan, banyak pihak kemudian membentuk rumah kompos. Alat teknologi bagi pembuatan serta pengolahan sampah dan limbah menjadi pupuk organik antara lain komposter type manual skala rumah tangga ( S, M, L) , komposter elektrik bagi skala rumah tangga dan individual ( type KE 100L) , Rotary Kiln Manual ( kapasitas 1 m3 dan 3 m3) serta Rotary Kiln Elektrik ( kapasitas 3 m3 dan 6 m3) . Guna mendukung produksi kompos agar makin cepat dan efisien, CVSK telah merekayasa dan mengisolasi aneka mikroba ( probiotik) dan aneka mineral bagi berlangsungnya pengomposan modern, higienis dan cepat mengurai sampah dan limbah. Mikroba pengurai ini adalah aktivator kompos Green Phoskko ( GP-1) dan mineral penggembur ( bulking agent) Green Phoskko ( GP-2) . Penunjang bagi beroperasinya peralatan komposter dan Rotary Kiln diatas, memerlukan bangunan ( tanpa dinding, atapnya bisa dari plastik terpal, daun kirai, plastik gelombang, genteng dan sebagainya) tergantung dana yang tersedia. Lantainya bisa tanah, semen atau paving blok. Kita bisa menyebutnya sebagai ? Rumah Kompos? . Dengan komposter ini, telah memberi manfaat kepada pehobies taman dan pengelola pertamanan dalam membuat kompos dengan memanfaatkan bahan baku berasal dari sampah rumah tangga atau, bagi pengelola kawasan komersial ( kawasa industri, hotel, restoran, mall, foodcourt, kantin) mengelola sampah areanya guna memenuhi kewajiban sebagaimana UU No 18/ 2008. Rotary Kiln juga membantu pengusaha kompos dan pupuk organik granul mendapatkan kompos secara cepat dan murah. Alat komposter dan type Rotary Kiln telah memberi peluang bisnis yang cepat menghasilkan dari mengelola sampah di kawasan komersial ( komplek perumahan, pabrik, pasar, kawasan industri, mall atau lingkungan apartemen) maupun sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah dan perguruan tinggi, rumah sakit dan tempat peribadatan) . Bahkan, bagi kota- kota yang mengalami masalah dengan Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Sampah, komposter Biophoskko skala besar dan komersial ( dhi. Rotary Kiln) akan sangat membantu mengurangi sampah secara tuntas sejak sumber atau lokasi penghasil sampah ( keluarga atau rumah tangga, restoran, mall, pasar, kantin pabrik, pasar sayur dan hotel) . Bagi kepentingan pengelolaan skala besar tersedia alat mesin Rotary Klin dengan pilihan kapasitas mengolah sampah 1 m3 ( setara berat 1/ 3 Ton) / 5 hari , 3 m3/ 5 hari setara berat limbah 1 ton sampai 6 m3 ( 2 Ton) / unit mesin/ 5 hari. Alat pengolah sampah berupa Komposter Elektrik ( KE 100L) memiliki keunggulan sendiri dilihat dari kepentingan mengembangkan program 3 R ( Reuse- Reduce dan Recycle) mengingat mesin ini dibuat dari hasil rekayasa ( asembling) spare part mesin cuci seken ( used wash machine) di Batam dengan spare part buatan Bandung. Dengan inovasi ini, limbah elektronik berupa mesin cuci dapat dimanfaatkan kembali ( reuse) guna mengolah sampah dan limbah organik ( recycle) menjadi pupuk cair organik. Teknologi pengomposan ( composting technology) saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah ( organik) - khususnya di perkotaan, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kawasan komersial ( pemukiman, mall, hotel, kawasan industri, pabrik, dll) , masalah sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dll) serta masalah yang ditimbulkan dari keberadaan limbah organik ( industri makanan dan minuman, serta limbah pertanian, limbah peternakan dan perkebunan) dengan membangun instalasi maupun rumah kompos ( compost house) . Sebagaimana diketahui, sampah dan limbah sekurangnya terdiri dari dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik, di negara berkembang dan masyarakat agraris - seperti kota di Indonesia, mencapai 70 % hingga 80% , sehingga karena itu pengomposan ( composting) merupakan alternatif penanganan sampah yang sesuai bagi umumnya kota di Indonesia. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ( CH4) ke udara. Kompos, sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik, bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Secara umum keunggulan kompos bagi keadaan Indonesia dengan masih bermasalahnya pengelolaan sampah ( khususnya di perkotaan dan limbah usaha peternakan) , antara lain : 1. Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk buatan ( anorganik) . 2. Pupuk organik mengandung asam  asam organik, antara lain asam humic, asam fulfic, hormon dan enzym yang tidak terdapat dalam pupuk buatan yang sangat berguna baik bagi tanaman maupun lingkungan dan mikroorganisme. Pupuk organik mengandung makro dan mikro organisme tanah yang mempunyai pengaruh yang sangat baik terhadap perbaikan sifat fisik tanah dan terutama sifat biologis tanah. 3. Memperbaiki dan menjaga struktur tanah. 4. Menjadi penyangga pH tanah. 5. Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan. 6. Membantu menjaga kelembaban tanah 7. Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun 8. Tidak merusak lingkungan. Dengan banyaknya " Rumah Kompos" berkegiatan merobah sampah dan limbah menjadi material pupuk organik, akan merupakan ikhtiar bagi memajukan pertanian organik dan pertanian berkelanjutan, dilain pihak membantu penyelesaian masalah sampah kota. Bandung, Juni 2010 PT CIPTA VISI SINAR KENCANA ( CVSK) , www.kencanaonline.com IR. Sonson Garsoni + 62-81572527115