Kompor Tabung BizGas 20101

Kategori
Update Terakhir
08 / 12 / 2019
Minimum Pembelian
0
Dilihat Sebanyak
58 Kali

Harga
CALL  

Bagikan

+ Keranjang

Perhatian!

Perusahaan ini terdaftar sebagai Free Member. Hindari melakukan pembayaran sebelum bertemu penjual atau melihat barang secara langsung. COD (Cash On Delivery) atau bertemu langsung dengan penjual merupakan metode transaksi aman yang kami sarankan.

Spesifikasi Kompor Tabung BizGas 20101

Cari berbagai macam dari pilihan terlengkap Kompor Gas. Cari penawaran terbaik dan termurah dari supplier terlengkap di Indonetwork.
Proses fermentasi biomassa dan limbah organik akan menghasilkan biogas. Bagi pemanfaatan lebih luas lagi, selama ini biogas memiliki kendala dalam hal pendistribusian. Berdasar kepentingan meningkatkan keekonomiannya, dilakukan proses penyimpanan biogas dalam suatu kemasan sehingga dapat dengan mudah dibawa ke tempat jauh dari lokasi pembangkitan. Distribusi juga bisa dilakukan dengan menekan biogas sehingga bisa dialirkan secara aman. Produksi biogas yang telah diamankan dari kandungan H2S, NH4, dan NH2 adalah biomethan. Gas ini memiliki sifat mudah terbakar namun tidak mudah meledak. Kandungan kalori tiap 1 m3 biomethan setara dengan 1 kg CNG dan LPG. Biomethan ( biogas bebas H2S) tersebut telah aman ditekan dalam tabung bertekanan. Upaya meningkatkan keekonomiannya, setelah dimurnikan dari kandungan H2S dan gas lainnya melalui pemurnian ( purifikasi) , gas yang bersifat mudah terbakar ( flammable) dapat dialirkan dan atau ditekan dalam tabung bertekanan melalui pengaliran oleh kompresor biogas. Kompor dan tabung Biogas BizGas 20101, terbuat dari plat khusus 1 mm, berkemampuan menahan tekanan gas hingga 10 bar. Tabung telah terhubung dengan kompor biogas melalui nepel, kran ( valve) dan pipa kuningan tahan panas. Tabung Biz Gas kapasitas 20 liter, tekanan 10 Bar ini efektif untuk energi masak selama 1 jam atau menyediakan energi panas bagi keluarga sederhana per 1 hari ( masak nasi, mendidihkan air minum, menggoreng lauk pauk, membuat sayuran cepat) .
Tampilkan Lebih Banyak

Biogas l Digester l Energi Baru Terbarukan l Kompos l Olah Sampah l - www.kencanaonline.com

Praktik budidaya pertanian yang hanya memperhitungkan pada hasil sesaat tanpa peduli efek kerusakan dikemudian hari, telah menyebabkan rusaknya kesuburan lahan pertanian. Unsur-unsur dalam tanah ( C-organik dan hara terkandung secara alamiah) terangkut oleh hasil panen serta, efek dari penggunaan pupuk kimia ( anorganik) secara berlebihan meningkatkan ketergantungan tanaman akan asupan ( input) hara luar dan menghilangnya kemampuan lingkungan tanaman menyediakan hara secara mandiri ( alamiah) . Karenanya, sangat diperlukan perlakuan khusus untuk memperbaiki dan mengembalikan kesuburan lahan tersebut menjadi produktif kembali, dengan mengkombinasikan asupan hara anorganik terbatas. Aplikasi teknologi granular majemuk tablet ( Gramalet® ) pada dosis secara bijaksana dan pupuk organik serta hayati diketahui mampu mengembalikan serta menjaga produktivitas tanaman tetap meningkat. Menurut Balai Besar Penelitian Sumberdaya Lahan Pertanian Bogor ( 2008) , 73% lahan pertanian Indonesia kandungan bahan organiknya rendah ( antara 0, 6-2% ) , 23% dalam kondisi sedang ( bahan organik tanah 2-3% ) , dan hanya 4% dari seluruh luasan lahan yang tergolong memiliki bahan organik tinggi ( lebih 4% ) . Kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi tanah pertanian di wilayah tropika yang diterpa curah hujan tinggi. Pupuk organik sebagai kegiatan mikrobiologis bukanlah pupuk biasa ( kimia anorganik) yang secara langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi ke dalam tanah. Pupuk organik, hayati atau mikrobiologis menambahkan nutrisi melalui proses alami, yaitu fiksasi nitrogen atmosfer, menjadikan fosfor sebagai bahan yang terlarut, dan merangsang pertumbuhan tanaman melalui sintesis zat-zat yang mendukung pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme dalam pupuk mikrobiologis mengembalikan siklus nutrisi alami tanah dan membentuk material organik tanah. Melalui penggunaan pupuk mikrobiologis, tanaman yang sehat dapat ditumbuhkan sambil meningkatkan keberlanjutan dan kesehatan tanah. Petani perlu kembali memanfaatkan pupuk hayati dan organik sebagai solusi tepat untuk meminimalkan dampak buruk penggunaan pupuk kimia selama ini yang terbukti telah menimbulkan berbagai penyakit degeneratif ( diabetes melitus, hipertensi, dll) . Sebenarnya, guna pemenuhan kebutuhan tanaman akan bahan organik, secara alami bahan ( sampah dan limbah ) organik akan mengalami penguraian ( dekomposisi) di alam dengan bantuan mikroba maupun biota tanah lainnya. Namun, proses pengomposan secara alami berlangsung lama dan lambat. Untuk mempercepat proses pengomposan, bagi kepentingan mendaur ulang sampah secara cepat, telah banyak dikembangkan teknologi pengomposan ( composting) , baik dengan teknologi sederhana ( open windrows) , sedang ( open windrows with aeration) , maupun teknologi tinggi ( Rotary Kiln Composter) . Metode kerja Rotary Kiln adalah pengembangan dari sistim " In Vessel Composting" , sistim ini mempergunakan kontainer atau tabung bagi kepentingan mengelola proses penguraian ( dekomposisi) . Karena sistim ini dibatasi oleh struktur kontainer atau kiln, menjadikan Rotary Kiln sangat baik digunakan untuk mengurangi pengaruh bau yang tidak sedap ( busuk) seperti bau sampah kota serta sekaligus mengurangi resiko tersebarnya polutan ( cair dan gas CO2) yang dihasilkan dari proses penguraian material organik. Pada prinsipnya pengembangan teknologi Rotary Kiln didasarkan pada proses penguraian bahan organik yang dimanipulasi oleh pemberian lingkungan mikro ( kelembaban, suhu, kadar air, aerasi dan faktor lain) sehingga penguraian oleh mikroba pengurai dapat berlangsung terus menerus tanpa henti. Proses penguraian dioptimalkan sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat, higienis dan efisien. Teknologi pengomposan ( composting technology) saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah ( organik) - khususnya di perkotaan, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kawasan komersial ( pemukiman, mall, hotel, kawasan industri, pabrik, dll) , masalah sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dll) serta masalah yang ditimbulkan dari keberadaan limbah organik ( industri makanan dan minuman, serta limbah pertanian, limbah peternakan dan perkebunan) . Kompos, sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik, bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Bangkitnya kesadaran sebagian masyarakat akhir-akhir ini akan dampak penggunaan pupuk buatan terhadap lingkungan dan terjadinya penurunan kesuburan tanah mendorong dan mengharuskan penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati. Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara tersedia bagi tanaman. Sedangkan pupuk hayati merupakan inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman. Dan, menyadari bahwa di masa depan, pupuk kimia ( anorganik) sebagai bahan alam tidak terbarukan ( unrenewable) akan makin berkurang ketersediaannya, serta, dilain pihak, terdapat kesadaran kesehatan akan pentingnya pangan alami ( organik) , sejak 2004, CVSK mengembangkan teknologi pupuk sumber hayati dan pupuk organik. Menunjang pengembangan organik, dikembangkan alat pembuatan pengolahan sampah menjadi pupuk organik kompos ( komposter manual, komposter elektrik, serta Rotary Kiln berbagai kapasitas. Bagi kepentingan olah sampah skala komunal atau kawasan komersial ( pabrik, pemukiman, apartemen, pasar, usaha ternak dan perkebunan) maupun kawasan sosial ( sekolah, rumah sakit, tempat ibadah) tersedia alat mesin Rotary Klin dengan pilihan kapasitas olah sampah 1 m3 ( 1/ 3 Ton) / 5 hari , 3 m3/ 5 hari setara 1 ton sampai 6 m3 ( 2 Ton) / unit mesin/ 5 hari. Dalam katagori material pupuk organik ( kompos) , CVSK telah berhasil merekayasa dan mengisolasi mikroba pengurai sampah ( probiotik) dan aneka mineral bagi berlangsungnya pengomposan modern, higienis dan cepat. Mikroba pengurai ini adalah aktivator kompos Green Phoskko® ( GP-1) dan mineral penggembur ( bulking agent) Green Phoskko® ( GP-2) . Bagi berlangsungnya dekomposisi secara efektif dan efisien, dikembangkan pula alat mesin ( komposter) Biophosko® baik skala rumah tangga, skala lingkungan dan Rotary Kiln skala bisnis komersial. Komposter ini sangat bermanfaat bagi pehobies taman dan pengelola pertamanan dalam membuat kompos dengan memanfaatkan bahan baku berasal dari sampah rumah tangga atau, bagi pengusaha mendapatkan bisnis - yang cepat menghasilkan dari mengelola sampah di perumahan, pabrik, pasar atau lingkungan apartemen. Bahkan, bagi kota- kota yang mengalami masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah ( TPA) dan penanganan sampah seperti Bandung, Depok, Jakarta, Bogor serta kota metropolitan lainnya- komposter Biophoskko® akan sangat membantu mengurangi sampah secara tuntas sejak sumber atau lokasi penghasil sampah ( keluarga atau rumah tangga, restoran, mall, pasar, kantin pabrik, pasar sayur dan hotel) . Bandung, Juni 2009 PT CIPTA VISI SINAR KENCANA ( CVSK) , www.kencanaonline.com IR. Sonson Garsoni + 62-81572527115
Tampilkan Lebih Banyak

Biogas l Digester l Energi Baru Terbarukan l Kompos l Olah Sampah l - www.kencanaonline.com

Free
Muja Muju, UH2, Gg Tugiyo No 830 C Umbulharjo - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Login Terakhir 03 / 10 / 2020