Jual ALIM GAHARU DKI Jakarta - PT.POHON ALIM NUSANTARA | Indonetwork

ALIM GAHARU

Kategori
Update Terakhir
07 / 12 / 2019
Minimum Pembelian
1 Unit
Dilihat Sebanyak
78 Kali

Harga
CALL  

Bagikan

+ Keranjang

Perhatian!

Perusahaan ini terdaftar sebagai Free Member. Hindari melakukan pembayaran sebelum bertemu penjual atau melihat barang secara langsung. COD (Cash On Delivery) atau bertemu langsung dengan penjual merupakan metode transaksi aman yang kami sarankan.

Spesifikasi ALIM GAHARU

Cari berbagai macam dari pilihan terlengkap Massage Oil. Cari penawaran terbaik dan termurah dari supplier terlengkap di Indonetwork.
Gaharu mengandung essens yang disebut sebagai minyak essens ( essential oil) yang dapat dibuat dengan eksraksi atau penyulingan dari gubal gaharu. Essens gaharu ini digunakan sebagai bahan pengikat ( fixative) dari berbagai jenis parfum, kosmetika dan obat-obatan herbal. Selain itu, serbuk atau abu dari gaharu digunakan sebagai bahan pembuatan dupa/ hio dan bubuk aroma therapy.
Tampilkan Lebih Banyak

PT.POHON ALIM NUSANTARA

Pengertian Alim atau Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil Alim atau gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aguilaria sp. ( Nama daerah : Karas, Alim, Garu dan lain-lain) . Pohon Penghasil Alim Gaharu Pohon Penghasil Alim Atau Gaharu ( Aquilaria spp.) adalah species asli Indonesia. Beberapa species Alim atau gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan adalah: Aquilaria. malaccensis, A. microcarpa, A. beccariana, A. hirta, A. filaria, dan Gyrinops verstegii. serta A. crassna asal Camboja.
Tampilkan Lebih Banyak

PT.POHON ALIM NUSANTARA

Free
Jl.Jend.A.Yani No.66 Pulo Mas - Kota Administrasi Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia -10690
Login Terakhir 24 / 02 / 2013