Selamat Datang di
PT. Multimedia Pratama
Tahun ke-1
PT. Multimedia Pratama
Indonesia
Indonesia
Info Perusahaan
| Rata-rata Tinjauan Pemakai | Tidak ada ulasan untuk perusahaan ini - Menulis tinjauan | |
|---|---|---|
| Tanggal Bergabung: | 10 Oct. 2011 | |
| Terakhir Diperbarui: | 17 Oct. 2011 | |
| Korespondensi Perusahaan | ||
| Nama: | Tn. Erwin [Direktur/CEO/Manajer Umum] | |
| E-mail: | information@m2p.co.id | |
| Situs Web: | http://www.m2p.co.id | |
| Nomer HP: | +6281380888799 | |
| Nomer Telpon: | +622131904082 | |
| Nomer Faks: | +622131904082 | |
| Alamat: | Gedung Arva Sentral Cikini Lt-5, Jl. Cikini Raya No. 60, Blok FG-MN Jakarta 10330, Jakarta Indonesia | |
| Sifat Dasar Usaha: | Dagang, Jasa dari kategori Telekomunikasi | |
| Penjelasan Ringkas | ||
PT. MULTIMEDIA PRATAMA PT. MMP adalah perusahaan yang khusus untuk pembangunan infrastruktur Sytem Integrator IT dan Telekomunikasi. Sesuai kompetensi yang kami miliki MMP menawarkan projek manajemen system intergrasi infrastruktur IT dan Telekomunikasi mulai dari konsep design sistem integrasi melalui survey, presentasi design, proposal disain dan pembiayaan, pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan sampai pekerjaan pembangunan infrastruktur selesai. Dalam bidang system integrasi infrastruktur IT kami menawarkan pembangunan infrastruktur data center dengan lingkup pekerjaan: • Cabling Management System • Security System • Cooling System • Environtment Monitoring System • Power System • Civil Work • Fire Alarm Protection System • ME Supporting Work • Network System • Application Dalam bidang Pembangunan Jaringan Telekimunikasi : • Fiber Optic Telecommunication System • Microwave Radio Telecommunications System • Telecommunications Switching System Didukung oleh tenaga yang professional dan berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur IT dan Telkomunikasi, maka kami akan selalu memberikan solusi yang terbaik kepada para pelanggan kami. . Sistem Integrasi Infrastruktur IT Data Center Infrastructure Management ( DCIM) . Untuk perusahaan yang bergerak dalam pelayanan dengan jumlah pelanggan yang besar, sebagai contoh perusahaan banking yang memiliki jumlah nasabah besar atau perusahan jasa telekomunikasi yang mempunyai pelanggan yang cukup besar. Maka setiap transaksi baik transaksi elektronik lewat ATM atau percakapan akan tercatat dan membutuhkan storage yang banyak karena berguna untuk menyimpan data transaksi pelanggan dan perusahaan akan menyimpan transaksi pelanggan-pelanggan tersebut Jika dianalisa dari waktu ke waktu berapa banyak transaksi elektronik per hari dan akumulasi transaksi per tahun dan berapa banyak storage transaksi elektronik yang harus ditambahkan per bulan atau per tahu. Dengan demikian akan terjadi peningkatan jumlah pelanggan dan secara langsung akan meningkatkan pula jumlah transaksi pelanggan atau nasabah, sehingga akan membutuhkan storage yang bertambah pula setiap saat. Jika kebutuhan storage sudah cukup banyak akibat akumulasi transaksi yang cukup pesat maka perlu disediakan tempat khusus untuk menyimpan storage tersebut yang semakin lama akan semakin bertambah jumlahnya, ini dipertimbangkan karena data informasi tersebut sangat penting dan sangat vital, maka harus dilindungi dan dijaga selama 7 x 24 jam dan mencegah dari kerusakan dan dicuri, dan tempat yang cocok untuk storage ini adalah Data Center . Dengan melihat begitu pesatnya pertumbuhan transaksi elektronik untuk perusahaan bank dan telekomunikasi menunjukkan bahwa data center adalah sangat penting sebagai tempat menyimpan data informasi pelanggan sebagai salah satu proyeksi pertumbuhan/ kemajuan perusahaan, maka sangat memungkinkan sekali jika data center juga dapat dikembangkan disektor lainnya seperti sektor asuransi, operator jasa internet, bangunan, rumah sakit, pemerintah, pabrik, pendidikan, perminyakan dan pertambangan. Begitu pentingnya data center sebagai bank data informasi maka perlu dilakukan secara integrasi pengelolaan infrastructure data center yang disebut dengan DCIM. Data Center Infrastructure Management ( DCIM) didefinisikan sebagai integrasi bidang IT dan pengelolaan atau memanagemen fasilitas untuk memusatkan pemantauan, manajemen kegiatan dan perencanaan kapasitas dari sistem kritis sebuah data center. Pelaksanaan DCIM ini dapat dicapai melalui spesialisasi dalam bidang software, hardware dan sejumlah sensor, DCIM akan dikelola secara common dengan platfom manajemen dan pengawasan secara realtime untuk semua sistem yang saling ketergantungan melalui penyediaan infrastruktur fasilitas dan IT. DCIM secara fungsi terbagi atas 3 layer : 1. Layer pertama : Business Service layer, kegiatan yang berkaitan dengan aplikasi-aplikasi bisnis. 2. Layer kedua : IT Infrastructure layer , kegiatan yang berkaitan dengan virtualisasi , computing , penyimpanan , jaringan. 3. Layer ketiga : Data centre Infrastructure layer kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan ruangan perangkat , tenaga listrik dan system pendinginan. Dapat dilihat di http: / / www.m2p.co.id MMP sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan data centre memprioritaskan kegiatannya terhadap pengadaan peralatan yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur data centre namun jika para pelanggan menginginkannya maka kami bisa memberikan solusi untuk kegiatan yang berkaitan dengan 2 layer di atasnya yaitu IT Infrastructure layer dan Business Service layer. Data Center Infrastructure. Fungsi utama data centre adalah memfasilitasi ruangan tertentu untuk sejumlah jaringan computer dan perangkat elektronik seperti : computer dan perangkat komunikasi. Karena data informasi yang terdapat dalam data centre adalah aspek vital bagi kebanyakan operasi organisasi / perusahaan dan perusahaan cenderung sangat proyektif terhadap data tersebut dan data centre harus diberikan jaminan untuk dipelihara dengan tingkat performance yang tinggi. Jika dilihat dari sisi pengelolaan data centre terbagi atas 2 tipe : 1. IDC ( Internet data centre) , data centre yang dikelola oleh perusahaan jasa internet yang melayani layanan sewa menyewa server dan space untuk para pelanggan perusahaan tersebut. 2. EDC ( Enterprice data centre) , dikelola oleh perusahaan yang memiliki data centre untuk kepentingan internal perusahaan tersebut dan disamping itu juga melayani sewa menyewa server dan space ruangan data centre tersebut. Hubungan antara tingkat keandalan dan elemen pendukung infrastruktur dinyatakan dengan istilah TIER. Standarisasi untuk setiap kualifikasi suatu data centre berdasarkan tingkat keandalan dan elemen pendukung infrastruktur terbagi atas 4 tiers. Klasifikasi 4 tier suatau Data Center berkaitan hubungan antara tingkat keandalan dan fasilitas infrastruktur data centre. Klasifikasi 4 tier Data Center dapat dilihat pada http: / / www, m2p.co.id Kunci untuk menunjukkan level klasifikasi tier suatu data center tergantung pada nilai downtimenya. Klasifikasi Tier tertinggi dari data center adalah angka downtime-nya yang paling rendah. Dalam hal ini, untuk downtime data center yang paling rendah adalah data center dengan klasifikasi Tier 4 dengan nilai downtime maksimal 0, 4 jam per tahun. • Cabling Management System. Elemen dasar dari arsitektur sistem kabeling yang terstruktur di data center adalah Horizontal cabling, backbone cabling, cross-connect in entrance room or MDA, main cross-connect in MDA, horizontal cross-connect in telco room, HAD or MDA, zone outlet in ZDA dan outletin EDA. Pengaturan topologi jaringan sistem kabel tergantung pada desain sistem kabel yang diinginkan. jika untuk pembangunan data center dengan skala kecil, akan terjadi penggabungan beberapa elemen dalam arsitektur jaringan contoh nya MCC ( main Cross-connect) dan HCC ( Horizontal Cross-connect) digabung dalam satu rak tunggal atau satu cabinet. Untuk perangkat telco dan switch LAN digabung dalam MDA. TIA 942 adalah acuan standarisasi pembangunan data center sehingga desain data center yang dibuat akan memiliki kualitas dan performa yang tinggi. Dengan rancangan mengacu kepada standarisasi, dapat dipastikan interoperability antara vendor dan pengguna akan tercipta performa yang terbaik dari desain data center tersebut. Oleh karena itu, PT. MMP akan mendesain setiap data center para pelanggan nya selalu terkait dengan standar TIA 942 yang akan menolong terciptanya desain data center yang handal, standar nomenculature dan pembangunan data center berdasarkan pada skalabilitas sebagai antisipasi pengambangan di masa datang. • Racking System Sistem racking sebagai terminasi sistem cabling yang memberikan tempat untuk perangkat aktif seperti server, storage, switch, router, firewall, EMS server, DVR, KVM switch dan sebagainya. Untuk rak yang berukuran sama juga ditempatkan perangkat pasif seperti patch panel, enclosure FO, ODF dan aksesories kabel( wiring management, patch cord, cable ties) . Rak yang digunakan untuk perangkat IT umum nya mempunyai dimensi lebar 19” dan tinggi nya 24U atau 45U. Struktur rak dibagi atas dua yaitu : lapisan luar dan rangka. Lapisan luar terdiri dari pintu yang terletak di sisi depan dan belakang rak yang permukaan nya berlubang ( perforated) , terbuat dari metal yang memiliki ketebalan 1, 5 – 2, 0 mm. Sedangkan lapisan luar lain nya adalah terletak di sisi kiri dan kanan rak yang permukaan nya datar yang terbuat dari metal dan memilki ketebalan 1, 5 mm. Lapisan luar yang terbuat dari metal baik pintu maupun sisi kiri dan kanan, di lapisi dengan powder coating. Setiap rak dilengkapi dengan aksesories, yaitu cooling fan system, vertical cable tray, plate shelf, sliding keyboard, drawer, wiring management, power outlet dan cage-nut-set dan kunci. Contoh gambar dari dua tipe rak 42U dan 45U. • Cooling System. Salah satu hal yang sangat kritis dalam data center adalah instalasi cooling system. Sistem pendingin beroperasi terus menerus selama 24 jam untuk pendinginan ruangan dan sejumlah perangkat di dalam data center seperti pendinginan sejumkah rak server dan storage yang mengeluarkan energi panas. Dalam mendesain sistem pendingin dalam ruang data center, kami akan mengklasifikasikan dan mengkategorikan sistem pendingin ruang data center sebagai berikut : • Adaptability/ scalability • Availability • Lifecycle costs • Maintenance/ serviceability • Manageability Faktor adaptasi adalah faktor yang sangat penting sebab antisipasi pertumbuhan rak data center harus di berikan jaminan sistem pendingin yang performa nya stabil. PT. MMP selalu mendesain sistem pendingin ( Cooling Load = CL) data center yang diperlukan selalu memperhatikan beberapa faktor yaitu : 1. Luas ruang data center. 2. Jumlah perangkat IT yang terus menerus mengeluarkan energy panas serta antisipasi perkembangan perangkat IT ke depan. 3. UPS dan distribusi power untuk data center. 4. Sistem lighting dalam ruangan data center. 5. Jumlah tenaga kerja yang bekerja setiap saat di dalam ruangan data center. Kondisi ruangan, stabilitas kelembapan dan temperature di dalam ruangan data center sangat esensial karena untuk menjaga perangkat elektronik di dalam ruangan data center yang selalu mengeluarkan radiasi panas agar tidak cepat rusak. Table yang menunjukan hubungan antara power ( watt) dengan unit pendingin ( BTU/ H) dpaat dilihat di http: / / www.m2p.co.id • Power System. Sistem power sangat penting untuk data center karena membutuhkan tenaga listrik 7 x 24 jam yang beroperasi secara terus menerus. Untuk itu, PT. MMP akan selalu membantu untuk menganalisa perhitungan estimasi kebutuhan listrik untuk data center dengan memperhatikan faktor – faktor sebagai berikut : • Kebutuhan power listrik untuk perangkat IT dan perangkat telco • Kebutuhan daya listrik untuk sistem pendingin ( HVAC) • Kebutuhan daya listrik untuk perangkat ME pendukung Setelah mengetahui perkiraan perhitungan kebutuhan listrik data center, maka kita akan memenuhi kebutuhan tenaga listrik secara rinci yang meliputi : 1. Kapasitas UPS yang dibutuhkan dengan pertimbangan : • Beban arus atau dikenal dengan beban IT ( kW) . • Ekspektasi beban masa dating ( kW) . • Penambahan cadangan listrik 35% ( peak load in-efficientcy UPS) , ( kW) . 2. Tenaga listrik untuk sistem pendingin, ( kW) . 3. Tenaga listrik untuk pencahayaan, ( kW) . 4. Estimasi permintaan listrik sebagai cadangan sebesar 30% . Dengan menghitung jumlah total tenaga listrik maka akhirnya kita dapat menghitung jumlah ampere ( 3-fasa) yang di butuhkan data center tersebut. Sumber daya listrik menjadi suatu pertimbangan yang sangat penting karena permintaan daya listrik tergantung pada kesiapan PLN dalam memasok energy listrik. Untuk mengantisipasi keterbatasan listrik dari PLN maka kita membutuhkan generator yang juga vital sebagai pemasok tenaga listrik utama atau sebagai pemasok tenaga listrik cadangan untuk tenaga listrik data center. Dengan pengadaan generator, maka kita akan menghitung juga jumlah bahan bakar yang harus dipersiapkan untuk mensupport operasi generator yang di simpan dalam tangki penyimpan dan tangki harian. Komponen-komponen sistem tenaga listrik yang saling terinterkoneksi pada data center terdiri dari : 1. PLN dan Diesel Genset. Sumber tenaga listrik utama untuk data center adalah berasal dari PLN, jika sumber energy terbatas, maka data center akan menerima tenaga listrik dari penyediaan genset sehingga genset bias sebagai catuan utama pemasok tenaga listrik atau sebagai pemasok cadangan listrik. 2. UPS ( Uninterruptible Power Supply) . Keberadaan UPS adalah sangat penting bagi data center, jika terjadi gangguan atau kerusakan pada PLN atau genset maka pemasok tenaga listrik tetap dapat di terima oleh perangkat IT karena perangkat UPS di back up oleh baterai untuk sementara sampai catuan utama PLN atau genset normal kembali. Fungsi UPS adalah mencegah terjadinya power disturbance, memproteksi computer dari gangguan dan kegagalan pemasokan daya listrik sehingga data dalam computer tidak hilang. Pemilihan UPS dalam data center berkaitan dengan rating UPS terhadap beban. • Dapatkan angka rating dari nameplate atau lembaran spesifikasi teknis • Pengunaan spesifikasi energy dalam voltampere ( VA) atau watt( W) . • ( VA) dan ( W) berkaitan dalam power factor. • Total beban UPS harus tidak boleh melebihi dari rating ( VA) dan( W) dari UPS • Kemampuan baterai sebagai back up UPS. 3. Electrical Panel. Panel listrik yang di gunakan untuk sistem tenaga listrik data center terdiri dari : • MDP ( main distribustion panel) sebagai input dan output panel yang mengirim tenaga listrik dari sumber energi utama ( PLN atau genset) ke UPS, ke AC dan perangkat elektrik lainnya. • PDU ( power distribution unit) adalah panel yang mendistribusi kan tenaga listrik dari UPS ke rak-rak server ke perangkat listrik lainnya. • SDP ( secondary distribution panel) adalah panel distribusi sebagai penyuplai tenaga listrik untuk sistem pencahayaan, AC split dan perangkat elektrik support lainnya PT. MMP akan menyediakan solusi untuk membuat panel listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas tenaga listrik yang dibutuhkan oleh sistem tenaga listrik data center. Panel listrik terbuat dari bahan yang berkualitas dan sesuai dengan standar IP 42 atau disainnya sesuai dengan permintaan customer tersebut. Terlampir gambar panel listrik dan proses pabrikasi pembuatan panel listrik. Electrical Panel Electrical Panel fabrication • Fire Alarm Protection System Tujuan dari fire protection adalah melindungi property, menjamin kontinuitas operasi dan keamanan lingkungan data center. Disamping memiliki perangkat pencegah kebakaran, data center juga harus mempunyai pintu darurat untuk evakuasi jika terjadi kebakaran. Tipe pemadam kebakaran yang terkenal dan aman bagi manusia yang digunakan oleh data center saat sekarang adalah Fire Suppression tipe FM-200. Fire Suppression tipe FM-200 dapat di intergrasikan dengan Precision Air Conditioning ( optional) yang secara otomatis akan berkomunikasi pada satu yang lain apabila terjadi kebakaran. FM-200 termasuk cleaning agent ( tidak meninggalkan residue atau ex-extinction) , karena tidak menimbulkan polusi dan merusak perangkat elektronik saat FM-200 digunakan, disamping itu gas FM-200 tidak menimbulkan bau dan tidak berwarna sehingga aman bagi manusia. • Security System. Data center adalah darah kehidupan informasi, oleh karena itu data customer harus diperlakukan seperti uang di brankas bank. Surveillance video ( CCTV) dan biometric access control atau card reader di butuhkan untuk membantu keamanan dan memonitor ruangan di sekitar data center yang berkaitan dengan orang-orang yang keluar masuk dan mempunyai aktifitas di ruang data center. Data center adalah asset bagi kebanyakan perusahaan karena storage yang berisi data informasi penting perusahaan harus di jaga dari kerusakan, bahaya dan pencurian. Jadi tingkat akses keamanan data center harus di aplikasikan dalam dua aspek yaitu level akses yang diberikan oleh orang yang diperbolehkan masuk yang berkaitan dengan keperluan bisnis, kemudian orang-orang yang memilki ijin masuk dan bertanggung jawab terhadap aktifitas yang di dalam ruangan data center. MMP memberikan penjelasan bahwa untuk masuk data center, maka pintu masuk akan dipasang dengan biometric access control yang dilengkapi dengan password bagi setiap orang yang sudah terdaftar. Depan pintu masuk juga dilengkapi CCTV yang memonitor setiap orang yang keluar dan masuk ruangan data center. Pada bagian ruangan data center juga ditempatkan kamera CCTV yang akan merekam setiap aktifitas yang dilakukan didalam ruangan data center. • Environment Monitoring System. Data center bekerja non-stop 7 x 24 jam non-stop, menurut survei Uptime Institute menunjukan bahwa 25% downtime dikarenakan kondisi lingkungan data center yang tidak dipelihara dengan baik sehingga sering terjadi gangguan, termasuk juga gangguan kritis yang ditimbulkan di dalam data center seperti temperature, kelembaban, water leaks dan power outages. Dampak hasil dari gangguan lingkungan data center akan meningkatkan biaya operasi dengan sejumlah faktor seperti mengganti hardware yang rusak, produktifitas pekerja yang rendah mengakibatkan terjadinya sering downtime, kehilangan revenue karena aplikasi dari server tidak berfungsi dan menimbulkan biaya tambahan untuk menginvestigasi penyebab gangguan. Oleh karena itu solusi terbaik bagi ruang data center adalah harus melengkapi dengan DCEMS ( Data Center Environment Monitoring Center) . MMP menyediakan solusi monitoring lingkungan dalam data center dengan mengintegrasikan fungsi monitoring nya dengan perangkat-perangkat yang ada didalma data center. EMS di desain lebih lengkap dengan fungsi memonitor temperature, kelembaban, kebocoran air atau cairan, memonitor power outage. Kelebihan dari EMS adalah memberikan informasi tentang kondisi lingkungan di dalam data center melalui jaringan internet dan GSM. Konfigurasi EMS dapat dilihat di http: / / www.m2p.co.id • Civil work. MMP membagi lingkup perkerjaan sipil yang terdiri dari pekerjaan dinding, pekerjaan ceiling dan pekerjaan raised floor. Partion work. Pekerjaan dinding data center adalah memasang partisi dinding sekeliling data center, tipe nya adalah gypsum firestop. Kebanyakan data center menggunakan gypsum sebagai partisi adalah untuk mencegah kebakaran yang menyebar ke seluruh ruangan. Gypsum firestop biasanya dipasang didinding data center dengan tinggi sekitar 125 cm dari raised floor sekitar koridor( service area) , karena sisa nya akan dipasang dinding kaca jenis tempered dengan ketebalan 12mm. Pintu masuk data center terbuat dari baja yang tebal nya 3 mm yang tersusun atas dua lapisan, terpasang dua daun pintu yang di lengkapi dengan glass mirror dengan ukuran 15 x 20 cm, jika kita berjalan pintu masuk maka sebelum kita mencapai raised floor kita menemukan ramp. Ceiling Work. The higher ceiling than the floor will be better. The only drawback to very high ceilings is the cost of inert gas fire suppression, if you are using it. ( With sprinklers, it doesn' t matter.) Since the amount of gas needed is based on the volume of the room, high ceilings add to its cost, so there' s a tradeoff involved. The space above the cabinets accumulates rising heat, which minimizes its mixing with cold air. This improves air conditioning efficiency. Obviously, it also provides space for overhead cable trays and good lighting. Usually high ceiling limit of about 320-450 cm from the raised floor and the higher the better. The only drawback to a very high ceiling is the cost of an inert gas fire suppression, if that is what you' re using. With sprinklers, it doesn' t matter. The amount of gas needed is based on the volume of the room. Thus, high ceilings add to its cost. So there is a trade off. With gas fire suppression, I probably wouldn' t go over 14 feet. We have done data centers with as little as nine foot ceilings. But if it' s this low, it' s best to duct the return air back to the air conditioners from each hot aisle. It is also probable that you will have a fairly low raised floor ( assuming you' re using under-floor air distribution) . If you can' t get at least an 18 inch floor height, you' re going to significantly limit how much wattage you can put in a cabinet. If the data center is small as well, you' ll also have rather uneven air flow. If you see a profile like the picture below it will explain the approximate distance between the layers starting from the bottom floor duct to the floor duct above the ceiling. Raised Floor Work. Kegunaan dari raised floor yang diaplikasikan dalam data center adalah untuk mendukung integrasi perangkat dengan membuat jalur kabel data voice, kabel power dan jalur pipa untuk AC dan Pemadam kebakaran. There are several reasons for the access floor is used in datacenters: • access floors equally distribute heavy loads. • access floors manage the " spaghetti " of wires around computer equipment and offer a safe environment for personnel ( prevents tripping) . • access floors manage airflow to sensitive equipment. • access floors provide grounding. • access floors provide the needed flexibility for ever- changing. • hi-tech rooms. • Easily cut-in service outlets. Tipe raised floor yang digunakan untuk data center adalah tipe HPL ( high pressure laminated) , material yang digunakan adalah Vinyl anti-static, kapasitas beban 2.500 kgs/ m2, concrete, pedestal berukuran 40-76 cm yang dapat di atur terbuat dari galvanized steel. Tipe lain adalah raised floor perforated dengan lubang sebagai jalur udara dingin dari plenum ke depan rak server PAC. Beberapa gambar menunjukan kegunaan ruang dibawah raised floor untuk jalur kabel data voice, kabel power dan jalur pipa untuk AC dan Pemadam kebakaran. Support Works. Ducting work Kegunaan ducting yang di pasang di langit-langit adalah untuk membuat jalur udara panas yang dikeluarkan dari belakang rak server kembali ke APC melalui exhaust ducting. Ducting terbuat dari BJLS yang dilengkapi diffuser dan grill yang dihubungkan ducting menuju bagian atas PAC. Cable Tray Work Cable tray system yang terdapat di ruang data center digunakan untuk mendukung rute kabel-kabel elektrikal dan kabel komunikasi. Cable tray digunakan sebagai alternative untuk mengatur cabling system di dalam data center untuk jaringan electrical dan data, sehingga pengaturan sistem perkabelan yang baik untuk mengantisipasi terjadinya perubahan sistem perkabelan baik penambahan maupun pengurangan. MMP mendesain system perkabelan ( cabling) mengacu kepada TIA 942, bahwa jalur/ rute kabel electric dan kabel data harus selalu terpisah sehingga cable tray kabel yang digunakan untuk dua jenis kabel ini dengan memberikan perbedaan warna pada cable traynya. Sebagai contoh : untuk warna biru digunakan sebagai cable tray untuk rute kabel data voice dan warna merah digunakan cable tray untuk untuk kabel electric. Penggunaan cable tray yang lain adalah cable tray warna kuning yang digunakan untuk rute kabel fiber optic ( backbone) . Projection Design of Data Center. MMP mempunyai pengalaman dalam mendisain data center dan selalu menerima masukan berkaitan dengan pembangunan data center dengan mempertimbangkan kondisi lapangan yang ada diperusahaan tersebut. Terlampir beberapa contoh disain data center yang menjadi pilihan sebagai pertimbangan para kastamer dalam pengadaan data center yang baru. Dapat dilihat di http: / / www.m2p.co.id Design Small Data Center. Data Center with space = 30 sm, usually for using small and medium companies. Install only 6 racks for Server and Data Network. In this case proposed Power System with 2 unit UPS System 1+ 1 cap. 2 x 40 KVA. The Air Conditioning System used 2 unit PAC ( Precision Air Conditioning) . Cable tray for data voice and power cable installed under raised floor. FAP using FM-200 system Design Small Data Center ( Optimization Space) Server room with an area of + / - 50 m2, belonging to one insurance company changed to the Data Center space. These facilities provided the room, UPS System 1 + 1, cap. 2 x 40KVA, Server and Data racks maximum 16 rack cabinet. HVAC = 1 unit, support with FAP System: FM-200. Cable management: Cable routing of voice data using an overhead cable tray and route the power cable using a cable tray under raised floor. Data Network Racks and Rack MDF and the PBX side by side as part of the termination. Design Data Center. Data Center is designed to TELCO Operators with 600 m2 area. The capacity of the server rack shelf is reached 200. Data Center Facilities: Room Internal DC, DC Co-location Room, the Power Supply Room, Console & Utility Room, Room Internal Staging, Staging Console Co-location Room. HVAC is totaling 8 units. Power Source is operating 7x24 hour, backup Generator and UPS System capacity: 4 x 250 KVA. Security system is equipped with card readers and CCTV cameras are placed at the corner of the room to record all activity that occurs in the data center. Water Leak Detection System installed under the raised floor. FAP System with NN100 is divided into 6 zones. Layanan Sistem Telekomunikasi. Sistem Integrasi Infrastruktur Telekomunikasi Sistem Telekomunikasi Fiber Optik. MMP menawarkan pembangunan integrasi system telekomunkasi fiber optic dua jenis : - Integrasi Jaringan Fiber Optik Last miles. - Integrasi Jaringan Fiber Optik Backbone. Tahapan pelaksanaan dilapangan yaitu : • Survey lokasi titik sambung dan rute kabel • Jumlah core fiber optic yang dipergunakan. • Proposal disain dan pembiayaan proyek system telekomunikasi fiber optic. • Supervisi dan pengaturan pelaksanaan instalasi jaringan fiber optic • Test dan Commissioning hasil pekerjaan Sistem Telekomunikasi Radio Microwave. MMP menawarkan pembangunan integrasi infrastruktur system telekomunikasi radio microwave meliputi : • Tower Erection dan Install Shelter. • Tower Lighting, Repairs, Replacements and Upgrades. • Microwave antenna Installations and Path Alignments. • Overall Tower Mintenances. | ||
Ingin menghubungi perusahaan ini?
| ||
| ||
|
Membuat situs langsung jadi? Silahkan Klik disini! |

